Apresiasi Seni Satradhirsa Gabungkan Lima Mapel Sekaligus


 
MALANG – Apresiasi Seni Satradhirsa SMAN 10 Malang yang digelar beberapa waktu lalu masih meninggalkan kesan mendalam. Dalam pagelaran itu menggabungkan lima mata pelajaran sekaligus, diantaranya Seni  Budaya, Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, Geografi, Ekonomi, dan Pendidikan Kewirausahaan (PKWu).
Pada pagelaran tahun ini, yang tak kalah menariknya, yakni pemeran karya 2D dan 3D kreasi siswa kelas X dan XII. Karya 2D siswa yang dipamerkan yakni lukisan bertema keindahan alam dan batik, sedangkan 3D yakni seni kriya berbentuk rumah dan pernak pernik untuk dekorasi rumah.
Guru Seni Budaya SMAN 10 Malang, Faridah Hayati, S.Pd, M.Pd, mengatakan, kolaborasi dari kelima mapel tersebut supaya siswa tidak hanya menikmati pegelaran saja, namun juga mendapatkan pelajarannya, seperti saat menampilkan teater siswa mengetahui tradisi-tradisi di Indonesia yang ada kaitannya dengan Geografi.
“Selain itu, naskah pada teater tersebut menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Jawa, ini juga mengasah kemampuan mereka di mapel tersebut. Setelah kegiatan itu mereka diminta membuat laporan keuangan, ini berkaitan langsung dengan mapel Ekonomi,” ujar Faridah.
Untuk mempersiapkan Apresiasi Seni Satradhirsa yang diusung oleh mapel Seni Budaya ini, karya-karya yang ditampilkan siswa kurang lebih mereka membutuhkan waktu satu bulan untuk membuatnya. Namun tidak semua, seperti kain batik yang dipamerkan merupakan hasil karya siswa kelas XI selama kurang satu tahun mengikuti pelajaran ekskul seni (Ekstrakurikuler Art).
Setelah diajak membatik, berikutnya diajarkan membuat karya 3D dalam bentuk souvenir. Semester berikutnya siswa diajarkan membuat lukisan di media kanvas. Kemudian karya-karya mereka tersebut ditampilkan pada pemeran Apresiasi Seni Satradhirsa.
“Meskipun mereka baru belajar, namun hasil lukisan mereka sudah tergolong bagus, meskipun mereka saat ini belum bisa membuat lukisan karakter karena memang belum diajarkan, karena lukisan karakter memiliki tingkat kesulitan yang lebih,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam pameran ini siswa juga membuat sebuah lukisan paper cutting, yakni lukisan dari kertas yang dipotong sedemikan rupa sehingga menjadi bentuk yang indah. Membuat paper cutting siswa membutuhkan waktu empat kali pertemuan, begitupun juga dengan lukisan yang mereka buat.
“Saat pameran Apresiasi Seni Satradhirsa, masih banyak karya siswa yang tidak ditampilkan karena keterbatasan tempat. Namun kedepannya kami berencana membuat acara seperti ini dengan lebih baik lagi guna mengapresiasi bakat dan minat siswa SMAN 10 Malang,” pungkas Faridah. (mg7/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...