Siswa Tertidur Saat Ujian Khusus Inklusi


MALANG – Pelaksanaan USBN SD pada mata pelajaran Matematika berjalan lancar. Begitupun SDN Sumbersari 2 Malang, siswanya tenang dan konsentasi mengerjakan soal-soal ujian hari kedua, Jumat (4/5). Sebanyak 15 siswa mengikuti ujian regular dan dua siswa lainnya mengikuti USBN khusus inklusi dengan didampingi dua guru.
Selama USBN berlangsung, dua siswa inklusi mampu mengerjakan dengan tenang hingga waktu selesai. Berbeda dari hari sebelumnya, satu siswa mengerjakan dengan mata mengantuk, sehingga diakhir jam ujian siswa tersebut tidur di bangku.
Kepala SDN Sumbersari 2 Malang, Sri Utami, S.Pd, M.Od, mengatakan, pada mulanya siswa inklusi berjumlah tiga orang, namun satu orang ini ternyata ada perkembangan saat kelas IV, kemudian diikutkan kelas regular dengan perhatian khusus supaya mampu mengikuti siswa lainnya.
“Memang kami selalu berharap siswa inklusi semuanya bisa ikut USBN regular, namun ternyata yang dua anak belum mampu. Begitupun tahun sebelumnya, mulanya ada tiga siswa inklusi kemudian saat kelas enam, dua siswa bisa ikut ujian mandiri atau di kelas regular,” ujar Utami, sapaan akrab Sri Utami.
Meskipun satu anak inklusi yang ikut USBN regular tidak ada bedanya dengan siswa lainnya,. Dia diperlakukan sama tanpa ada perlakukan khusus lantaran dianggap sudah mampu mandiri. Ini juga dibuktikan dari nilai try out yang tidak berada di urutan paling bawah di kelas tersebut. Bahkan, dari segi pengerjaan lebih teliti termasuk penulisan nama dan lainnya.
“Siswa inklusi yang kebanyakan dianggap anak tidak mampu, namun kalau kita asah terus kemampuannya ternyata juga mampu bersaing dengan yang lain,” tegasnya.
“Kalau tahun kemarin kami perlakukan khusus, misal siswa inklusi masuk kelas regular saat ujian biasanya kami imbau kepada pengawas untuk memperhatikan lebih terutama penulisan nama dan identitas lainnya, namun USBN kali ini sudah benar-benar kami lepas karena sudah dirasa mandiri,” bebernya.
Masuknya siswa inklusi pada kelas regular tidak serta merta, namun juga berdasarkan kemampuan akademiknya. Apakah bisa menyesuaikan dengan kemampuan siswa lainnya dan bisa mengikuti ujian. Setelah dianalisis dan dipertimbangkan oleh kepala sekolah, guru kelas VI, dan orang tua, satu siswa inklusi rupanya pada semester satu ke semester dua ada peningkatan hasil.
Guru kelas VI SDN Sumbersari 2 Malang, Pandu Mayang Seto, S.Pd, menambahkan, satu siswa inklusi tersebut tidak hanya ada peningkatan hasil akademiknya, bahkan ada kalanya kemampuannya di atasnya beberapa anak regular. Dari situ sekolah memutuskan memasukkan regular.
“Selain itu, anak tersebut dari segi komunikasi lancar, baca tulisnya bagus, responnya juga bagus baik kepada guru maupun kepada siswa lain. Di sisi lain, siswa regular sangat mendukung semua siswa inklusi yang ada di sini,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Lainnya :