Mahasiswa Kedokteran Gigi UB Juara LKTI Nasional


MENINGKATNYA penderita kanker kepala leher di Indonesia yang mencapai 87,6% yang hanya dapat dirawat dengan radioterapi. Menumbuhkan kepedulian dari tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UB yakni Andi Maghfira Adriany Idhil, Savira Putri Dianti dan Andrawina Aisyah Dewanti membuat inovasi baru untuk treatment xerostomia atau mulut kering dengan menggunakan salivary neuroelektrostimulator.
“Banyaknya penderita kanker kepala leher di Indonesia yang mencapai 87,6% , selama ini hanya dapat disembuhkan dengan radioterapi yang sebenarnya dapat mengakibatkan xerostomia atau mulut  kering,” ujar Andrawina Aisyah Dewanti kepada Malang Post, kemarin.
Perawatan yang sudah ada selama ini yaitu dengan saliva artificial dan e-saliva spray, lanjutnya. Perawatan ini justru memiliki kekurangan yaiu alergi yang parah dan fatal. Sehingga timnya membuat inovasi baru untuk treatment xerostomia atau mulut kering dengan menggunakan salivary neuroelektrostimulator.
“Salivary neuroelektrostimulator yaitu alat berbentuk mouthguard yang didalamnya ditanam microchip dan elektroda untuk menstimulasi peningkatan saliva dan menangani panyakit xerostomi tersebut,” bebernya.
Paper yang dikirim tim tersebut akhirnya berhasil juara tingkat nasional bersaing dengan Fakultas Kedokteran Gigi seluruh Indonesia. Keunggulan yang ditawarkan yakni dapat menstimulasi saraf lingualis untuk meningkatkan laju sekresi saliva di dalam rongga mulut secara alami.
“Yang paling penting itu secara alaminya, sehingga tidak menimbulkan efek samping lainnya, seperti penerapan radioterapi,” ungkap wanita berkacamata ini.
Pembuatan alat terbuat dari bahan polyether thermoplastic menurut beberapa jurnal dari studi literature mereka dengan cara, dokter gigi selaku operator membuat impression making (pencetakan rongga mulut) pada pasien edentulous (tidak memiliki gigi), dilanjutkan dengan pembuatan bentukan mouthguard yang sesuai keadaan rongga mulut, dan diakhiri dengan pembuatan kompartmen untuk neuroelektrostimulatornya.
“Menurut studi literature kami mengatakan bahwa ada pabrik di US yg sudah membuat alat tersebut dan kami menganjurkan pemakaian tidak boleh lebih dari 10 menit,” urainya.
Berkat paper inovatif tersebut, Kontingen Universitas Brawijaya (UB) sukses memborong trofi bergengsi dari ajang Dental Science for Dentinst and Student Competency alias Density yang dihelat Universitas Baiturrahmah Padang, 28 April lalu. Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tersebut, kontingen UB yang menurunkan empat tim dari Fakultas Kedokteran Gigi sukses meraih gelar prestisius dari kategori poster video, research dan literature review.
Tim beranggotakan Andrawina Aisyah, Andi Maghfira dan Savira Putri Dianti dengan dosen pembimbing drg Viranda Sutanti MSi sukses menjadi Juara II kategori Literature Review berkat karya ilmiah berupa Inovasi Salivary Neuroelectrostimulator Dalam Perawatan Xerostomia pada Penderita Kanker Kepala-Leher Disertai Edentulous.
Mahasiswi FKG UB angkatan 2015 ini berharap prestasi ini tak mandeg begitu saja. Namun juga menghasilkan manfaat positif bagi dunia kesehatan sekaligus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berpacu meraih prestasi serupa. “Karena dokter gigi itu selain harus terus menambah wawasan juga harus punya networking dengan teman sejawat sebanyak  mungkin,” tandas dara yang juga dikenal sebagai drummer band Knight Furry ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...