Buka Kelas Industri, Gandeng Perusahaan Nasional dan Internasional


MALANG – SMK PGRI 3 Malang menggandeng sejumlah perusahaan di Indonesia, Sabtu (5/5). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka pembukaan lima kelas industri baru.
Kelas Industri tersebut diantaranya Hotel Engineering Class kerja sama dengan Swissbelinn, Yamaha Class dengan PT. Rodasakti Suryaraya, Role Play Class dengan Role Play Studio, Wiring Herness Class dengan PT. Surabaya Autocomp Indonesia, dan Alfamart MRO dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya.
Adanya kerja sama ini sebagai upaya nyata mewujudkan pendidikan vokasi di SMK PGRI 3 Malang dan penguatan SMK revitalisasi yang ditunjuk oleh Ditjen Dikdasmen Kemdikbud RI tahun 2018 sekaligus program SMK kawasan industry dan ekonomi khusus. Kelima kelas industry tersebut merupakan training center dengan konsep yang berbeda dengan tujuan memberikan suatu manfaat kepada masyarakat.
Kepala SMK PGRI 3, M. Lukman Hakim, ST, mengatakan, dalam beberapa tahun ini, sekolah sudah membuka kelas industry. Tahun ini empat kelas industri bekerja sama dengan perusahaan di Indonesia dan satu dengan Australia.
“Di launchingnya kelas industri ini kami ingin menginformasikan kepada khalayak bahwa siswa SMK PGRI 3 Malang memiliki soft skill dan hard skill. Bahkan kelas XII yang mau lulus, mereka menggaransikan dirinya memiliki kemampuan 59 menit servis standar 10.000 KM,” ujar Lukman.
Program 59 menit servis standar ini biasanya dimiliki oleh bengkel-bengkel resmi, namun siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sudah mampu menguasainya. Ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK PGRI 3 Malang memiliki kompetensi yang tidak perlu diragukan lagi.
“Selain itu, SMK PGRI 3 juga memberikan penguatan kompetensi entrepreneur dalam segala bidang, misalnya bidang teknologi, pemasaran atau yang lainnya. Maka untuk menguatkan bakat siswa dalam berwirausaha, sejak kelas X mereka sudah diberikan materi-materi mengenai kebutuhan di dunia industri,” ujar Lukman.
Enterpreneur yang juga digalakkan SMK PGRI 3 Malang ini juga mengaitkan dengan jurusan yang ada di sekolah. Misalnya jurusan TKR, dalam pembelajaran juga ada materi yang dinamakan bisnis Sepeda Motor. Dengan begitu, ketika siswa lulus mereka tidak hanya menguasai soft skill dan hard skill saja melainkan juga menguasai dunia bisnis.
Kegiatan launching ini juga turut dihadiri oleh Direktorat Pembina SMK diwakili oleh Kasubdit Lasjurin, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diwakili oleh Kabid Dikmenjur, Dr. Hudiono, M.Si. Kemudian pimpinan rekanan industri kerja sama serta rekanan aliansi 15 SMK revitalisasi.
“Adanya kelas industri di SMK sudah dipastikan tidak ada kesenjangan antara sekolah dengan industri. Selain itu, juga akan menjamin keterampilan mereka, karena pihak industri tentu menguji keterampilan mereka,” ujar Hudiono.
Menurutnya, jika industri masuk ke sekolah berarti mereka menguji bagus tidaknya kompetensi siswa, jika tidak maka penilaiannya bisa dikatakan tidak standar.
“Sehingga baik sekolah maupun industri harus memberikan penilaian terhadap kompetensi siswa, dengan begitu maka kompetensi  siswa benar-benar bagus dan sesuai yang diharapkan oleh dunia kerja atau dunia industri,” pungkas Hudiono. (mg7/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...