Yang Pantas Pimpin Kampus Papan Atas


MALANG - Juni mendatang, empat periode masa jabatan Prof Dr M Bisri sebagai rektor Universitas Brawijaya (UB) berakhir. Namun, hingga saat ini, Menristek Dikti belum memberikan kepastian 35 persen suaranya dalam pemilihan rektor UB. Sebelumnya, di tingkatan senat, dua bakal calon rector yakni incumbent Prof Dr M Bisri dan Dekan Fakultas Pertanian Prof Dr Nuhfil Hanani mendapat suara imbang.
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang berada di peringkat atas, tugas berat menanti rektor baru. Tak heran, mahasiswa pun memiliki harapan besar akan sosok yang dipilih nantinya. Ada beberapa catatan yang dikritisi mahasiswa. Seperti masalah pada program vokasi UB tak kunjung selesai. Bahkan, badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) meminta kejelasan terkait statuta program vokasi sekaligus akreditasinya yang kadaluarsa, pada Hardiknas lalu.
“Masalah vokasi tak kunjung selesai, akreditasi yang kadaluarsa membuat ijazah lulusannya dipertanyakan. Kami hanya meminta Rektor UB untuk memprioritaskan masalah vokasi cepat selesai,” ungkap Dirjen Kebijakan Nasional Eksekutif Mahasiswa UB Ibrahim Ahad.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mengkritisi program modernisasi tata kelola aset, salah satunya gapura yang digadang-gadang akan direvitalisasi dengan sistem single sign on untuk semua layanan informasi terintegrasi. Menurutnya masih membuat mahasiswa sebagai civitas akademika masih belum yakin dengan sistem tersebut. Pasalnya, saat ini saja, mereka meragukan sistem keamanan di UB yang notabene meraih peringkat kedelapan sebagai universitas negeri unggulan versi Dikti.
“Tingkat keamanan di UB meragukan, masa dalam sehari ada dua kali kasus kehilangan motor. Bukan kami menyalahkan pihak keamanan yang bertugas, namun kami bicara soal realitas,” beber mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Administrasi UB tersebut.
Belum selesai masalah keamanan, mahasiswa difabel juga mengeluhkan sarana dan prasarana di UB yang hingga kini masih belum maksimal. Salah satunya, Abimanyu Kurnia Ramadha, mahasiswa semester dua FISIP tersebut mengaku fasilitas sarpras khusus difabel masih sangat tidak maksimal. Abi memohon agar mahasiswa difabel juga diperhatikan dan membuat mereka optimal dengan kegiatan mahasiswa seperti pada umumnya.  
“Fasilitas yang diperuntukkan bagi kaum difabel masih sangat kurang. Kita dapat melihat dari trotoar yang tidak tersedia rem, belum lagi tidak adanya guiding block untuk penunjang kegiatan akademik. Tidak ada peraturan khusus bagi mahasiswa yang menguasai kemampuan isyarat, khususnya tuna rungu. Kami mohon, agar kami terwadahi dengan fasilitas yang sesuai standar,” imbuhnya.
Dari data yang dihimpun Malang Post, selama masa kepemimpinan Bisri, sejumlah capaian prestasi diraih. Mantan Dekan Fakultas Teknik itu sukses membawa penyelenggaraan birokrasi yang bersih melalui transparansi dan akuntabilitas publik. Hal ini tercapai dengan penerapan reformasi birokrasi melalui sistem e-budgeting dengan pengembangan transparansi akuntabilitas dan tata kelola keuangan. Sehingga UB mampu meningkatkan pendapatan Negara bukan pajak (PNBP), belanja gaji, dan honor, atau remunerasi.
Peningkatan mutu dan reputasi akademik juga berhasil dicapai. Peningkatan akreditasi sebagai bukti reputasi akademik UB diakui dengan 69 prodi terakreditasi A, 70 prodi terakreditasi B, dan 19 prodi terakreditasi C.
Di sisi lain, Nuhfil sebagai rival kuat Bisri, optimis menjadikan UB sebagai universitas bercorak entrepreneurship yang unggul dan berstandar internasional.
“Banyak program yang telah kami rancang, yang tak kalah pentingnya yakni Perguruan Tinggi harus mampu mandiri. Usaha komersial harus mulai dirintis, bisnisnya perlu digalakkan, baik itu rumah sakit, hotel dan lainnya,” ujar Nuhfil.
Menurutnya, saat ini UB persaingannya bukanlah di kancah nasional namun sudah bersaing dengan universitas luar negeri.
Jika Nuhfil terpilih menjadi rektor, Ia sudah mempersiapkan untuk mengarahkan UB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Dengan begitu UB akan memiliki leluasa untuk mengatur kampus atau membuat kebijakan demi tercapainya UB yang lebih baik. (mg7/mg3/oci)

Berita Lainnya :