Siapkan Kerja Sama dengan 100 Industri


MALANG – ITN tengah melakukan pendekatan dengan 100 industri melalui kerja sama pemberian magang mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa dengan teknologi di perusahaan agar mereka semakin kompetitif. Selain itu, dari program penunjang lainnya digencarkan untuk meningkatkan skill dan pemeringkatan institusi.
“Saat ini sampai tahun depan, ITN akan mendekatkan diri dengan industri melalui kerja sama untuk untuk magang mahasiswa. Ini tujuannya untuk memperkenalkan mahasiswa ketika jadi alumni agar tidak kaget dengan perusahaan. Kami menargetkan ke depan dapat bekerja sama dengan 100 industri,” ujar Rektor ITN, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MTA, yang ditemui Malang Post, kemarin.
Teknologi yang berada di perusahaan harus dikenalkan kepada mahasiswa, sehingga mampu membentuk mereka semakin kompetitif. Lalu Mulyadi juga membeberkan tantangan yang dihadapi utamanya adalah skill mahasiswa yang harus siap bersaing. Selain itu, untuk menunjang kegiatan 1700 mahasiswanya, tahun ini ITN juga tengah mendesain gedung serbaguna NCC (National Conference Center).
“Tahun ini, ITN juga tengah mendesain gedung serbaguna NCC (Nasional Conference Center) yang akan dibangun di kampus dua untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan,” tandasnya.
Program unggulan yang selama ini berjalan di ITN terus dikembangkan. Mulai dari meningkatkan publikasi internasional dengan riset dan prestasi internasional, tata kelola institusi, serta peningkatan SDM.
“Tata kelola ditingkatkan melalui akreditasi ISO yang juga gencar dilakukan ITN. SDM juga selalu didorong untuk meningkatkan kewenangan akademik dan jabatan akademik, serta peningkatan kegiatan kemahasiswaan,” bebernya.
Sebagai penjamin mutu, ITN menggenjot akreditasi jurusan. Dalam waktu dekat, jurusan arsitek dan mesin disiapkan untuk meraih akreditasi A. Saat ini, prodi yang telah memperoleh akreditasi A adalah jurusan elektro. Lalu menyatakan, ITN meraih peringkat utama dari segi institusi swasta. Untuk menunjang profesionalisme lulusan insinyur di ITN, dia juga mengupayakan program profesi arsitektur.
“ITN tengah mengusulkan studi profesi untuk insinyur selama satu tahun dengan membuka PPAr atau program profesi arsitektur. Maka ITN juga siap dengan dosen yang bersertifikasi dan semester depan akan dijalankan,” imbuhnya. (mg3/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...