KB/RA Tazakka Luluskan Santri Cilik Penghafal Alquran


MALANG - USIA mereka belum genap 7 tahun, tapi kemampuan dalam baca Alquran sangat membanggakan. Para santri cilik dari Kelompok Bermain (KB) & Roudhatul Athfal (RA) Tazakka memang dididik agar bisa tahfidz Alquran sejak usia dini.
Sejak awal didirikan, KB/RA Tazakka memang berkomitmen untuk mencetak anak didik penghafal Quran yang berakhlak islami. Karena itu, diterapkanlah program tahfidz Quran dengan target lulusan yang memiliki hafalan surat surat pendek atau juz 30 (Juz Amma,Red). Program hafalan Quran memang sengaja diterapkan untuk anak usia dini karena pada masa itulah anak anak sedang mengalami masa golden age yang mudah menyerap berbagai hal. Seperti yang disampaikan oleh ustadz Ihya Ulumuddin, pengajar KB/RA Tazakka kepada Malang Post, kemarin. Menurutnya, di masa golden age itulah justru harus segera ditanamkan nilai-nilai agama islam agar terbentuk akhlak islami dan mempunyai kemampuan menghafal Quran.
“Menanamkan rasa cinta sejak dini justru lebih cepat, karena anak-anak masih dalam masa golden age. Anak anak lebih mudah menyerap dari apa yang dilihat dan apa yang mereka dengar. Nah disini kita menggunakan metode tabarok yaitu dengan cara melihat dan mendengar,” ungkap Ihya, sapaannya.
Hal ini juga tercantum dalam visi KB/RA Tazakka yang mempunyai tujuan untuk mencetak santri cilik penghafal Alquran yang berakhlak islami. Oleh karenanya, untuk mewujudkan misi tersebut, KB/RA Tazakka pun memiliki misi menumbuhkan rasa cinta kepada kitab suci Alquran sejak dini dengan cara membiasakan membaca dan menghafalnya dengan baik dan benar. KB/RA Tazakka juga berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan budi pekerti yang dilandasi nilai-nilai agama dan budaya luhur masyarakat. Selain itu, juga mengembangkan pendidikan yang membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani santri agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan SD/MI.
Menurutnya, tentu banyak tantangan saat memandu anak anak seusia TK ini untuk dapat menghafalkan Alquran. Ada yang berlarian, ada yang tidak bisa diam, dan lain sebagainya. Namun dengan ketelatenan dan teknik khusus para pengajar, anak anak tetap dapat menerima pembelajaran dengan baik.
“Kalau anak anak sulit diatur, biasanya kita kasih mainan dulu kemudian bisa mendengarkan. Kemudian bisa juga dengan ice-breaking untuk memecahkan suasana sehingga perhatiannya fokus lagi,” ungkap Ihya.
Program tahfidz Quran ini pun ternyata telah menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan. KB/RA Tazakka pernah mendapatkan juara Tahfidz surat pendek tingkat A se-Malang Raya bulan lalu atas nama Sayyidah Nafisah, Tak hanya itu saja, dari KB juga menorehkan prestasi dengan menyabet juara 1 Ketangkasan Warna atas nama M. Nico Ardi Danendra. Selain itu juga ada Muhammad Atharizz Calief yang mampu mengikuti wisuda akbar 8 program Dunia Menghafal dari PPPA Daarul Quran yang diketuai oleh ustadz Yusuf Mansur dengan nilai akhir 85 atau kategori Jayyid Jiddan (sangat baik).
Kepala KB/RA Tazakka, Umi Sayyidah, S.Ag sangat terkesan dengan pencapaian prestasi ini. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh KB/RA Tazakka telah optimal. Umi berharap agar lulusan angkatan pertamanya ini dapat melanjutkan program hafalannya untuk jenjang selanjutnya.
“Harapan saya, anak anak yang lulus bisa melanjutkan thafidznya dan bisa melanjutkan ke SD/MI yang ada tahfidz juga, agar hafalannya bisa dilanjutkan. Jadi benar-benar bisa menjadi hafidz hafidzoh yang diharapkan oleh orang tua sehingga sesuai dengan visi misi kita di KB/RA Tazakka ini,” ujarnya.
Umi juga berpesan kepada orang tua siswa agar terus mendampingi anak anaknya dalam menghafal Alquran.
“Pesan khusus untuk orang tua, anak anak harus terus mendapatkan bimbingan orang tua dalam menghafal quran, baik di rumah atau di sekolah yang baru,” katanya.
Sementara hari ini, Kelompok Bermain (KB) & Roudhatul Athfal (RA) Tazakka meluluskan siswa angkatan pertamanya di Masjid Baitul Izza, Sawojajar, Malang. KB/RA yang beralamat di Jalan Danau Maninjau Barat III B1-E6 ini sukses mengantarkan siswanya sebagai santri cilik penghafal Alquran. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...