Calon Guru Olahraga Diwajibkan Push Up


MALANG - Ujian Keterampilan SBMPTN bidang Pendidikan Jasmani dan Olahraga yang dilaksanakan di Universitas Negeri Malang (UM) diikuti oleh 1.217 siswa, kemarin. Semua peserta menjalani tujuh rangkaian tes, mulai dari tes kesehatan, lari 1.600 meter, push up, sit up, lempar tangkap bola, vertical jump/lompat tegak, dan uji kelincahan.
Tes Push Up menjadi tantangan paling berat bagi seluruh peserta. Pasalnya mereka hanya diberi waktu satu menit untuk bisa mencetak angka sebanyak-banyaknya. Dari pantauan Malang Post, peserta banyak berteriak meski baru mencetak belasan angka.
“Idealnya dalam waktu 60 detik, pserta bisa mencetak angka 54 kali push up, namun dari sekian banyak peserta hanya satu siswa yang berhasil mencetak angka tersebut,” ujar Muhammad Bagus Sarifudin, panitia tes push up UM.
Menurutnya, baik siswa perempuan maupun laki-laki yang ikut tes push up ini rata-rata hanya bisa mencetak angka 40an saja. Padahal idealnya 54 kali dalam 60 detik. Masih banyak siswa yang mengeluh bahkan sering berhentiu lantaran tidak kuat.
“Bahkan tadi ada siswa laki-laki yang hanya mencetak angka dikisaran 20. Ini jauh sekali dengan angka ideal,” papar Bagus.
Lain halnya dengan Candra Hidayat Damu Boli, Ia sangat tenang mengikuti rangkaian ujian keterampilan tersebut. Bahkan Ia tak terlihat lelah setelah lari sepanjang 1.600 meter. Menurutnya, ujian keterampilan ini sudah ia siapkan sejak jauh-jauh hari dengan banyak latihan lari, push up, sit up, dan lainnya.
“Harus tetap semangat, apalagi mempersiapkan ujian ini sudah sejak lama dengan rutin latihan sebanyak lima kali dalam seminggu,” ujar siswa asal Manado ini.
Tak hanya itu, Candra sapaan akrabnya berhasil menduduki peringkat atas karena berhasil menaklukkan lari 1600 meter hanya dalam waktu delapan menit. Mempersiapkan fisik menjadi hal paling utama untuk bisa menguasai setiap tes pada ujian keterampilan tersebut.
“Semoga latihan rutin yang dijalani selama ini bisa berbuah manis,” ujarnya.
Peserta yang terdaftar pada ujian keterampilan ini sebanyak 2.712 siswa yang terbagi menjadi Pendidikan Jasmani dan Olahraga 1217 peserta, Seni Rupa Desain dan Kriya 1260 orang, serta Sendratasik (Seni Drama, Tari, Musik) sebanyak 235 pendaftar.  Lokasi ujian dilaksanakan di dua kampus yakni Universitas Negeri Malang (2482 peserta) dan Universitas Brawijaya (230 peserta).
Hingga pukul 11.30 WIB jumlah peserta yang hadir sekitar 900 siswa, sedangkan 317 calon mahasiswa lainnya tidak bisa dipastikan. Namun panitia memberikan kesempatan untuk mengikuti tes hari kedua pada jumat mendatang.
Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM, Dr. Sapto Adi, mengatakan, jumlah pendaftar kali ini meningkat, tahun lalu 1.070 peserta dan sekarang 1.217. Dari keseluruhan pendaftar, hanya diambil 40 persennya atau sekitar 400 lebih calon mahasiswa.
“Untuk bisa lolos pada ujian keterampilan ini yang jelas mereka harus sehat, tidak ada penyakit dalam, buta warna, dan lainnya. Karena yang masuk ke FIK adalah calon mahasiswa yang betul-betul memilih dan ingin kuliah di fakultas ini, sehingga mayoritas mereka sehat semua serta FIK menjadi pilihan pertama,” ujar Sapto.
Ia melanjutkan, meskipun mayoritas peserta tes sudah memiliki kesehatan sesuai kualifikasi, namun pihaknya tetap menyediakan ambulance untuk menangani cidera atau hal lainnya saat tes. Selain menyediakan dokter, juga ada tim KSR yang dengan sigap menangani siswa.
“Ada lima KSR yang kami sediakan, dua KSR memantau area indoor dan tiga KSR memantau area outdoor. Seperti saat tes push up, ada beberapa siswa yang mengalami sakit pinggang mungkin karena ketarik atau bagaimana itu. Tim KSR juga langsung sigap menangani,” papar Sapto.
Di tempat yang berbeda, dari 235 pendaftar Sendratasik sebanyak 81 siswa tidak hadir pada ujian keterampilan, Rabu (9/5). Namun 154 siswa yang telah hadir menunjukkan perform maksimal baik yang tes tari, musik, maupun drama.
Koorprodi Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM), Dra. Endang Wara Suprihatin Dyah Pratama Wati, M.Pd, mengatakan, dari ketiga minat masing-masing memiliki tes seperti tari yang diujikan yakni tari bentuk, ujian kreativitas dan imitasi. Semua minat akan mengikuti proses wawancara untuk menguji seberapa besar pengetahuan mereka mengenai bidang yang diminati.
“Tahun ini pesertanya menampilkan tarian yang bagus, memiliki wirasa, wiraga, dan wirama yang kami harapkan. Bahkan ada beberapa peserta menggunakan kostum meskipun sudah kami himbau untuk tidak memakai kostum,” ujar Wara, Sapaan akrabnya.
Tahun ini PSTM membuka minat baru yakni peminatan Drama. Adanya penambahan minat ini mempengaruhi jumlah kuota yang awaknya hanya menerima 70 mahasiswa sekarang menerima 100 mahasiswa.
“Karena ini minat baru, siswa yang tertarik masih sangat kurang, tetapi tidak apa-apa, meskipun nanti hanya ada 10 mahasiswa peminatan Drama tetap akan kami layani dengan baik,” tutupnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :