Satu Kecamatan Dua Zona, PPDB 2018 Untungkan Pendaftar


MALANG - Pemerintah Provinisi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan memberlakukan peraturan baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018. Tahun ajaran baru 2018/2019 pemerintah menetapkan tiga sistem pendaftaran yakni online, semi online, dan offline dengan menggunakan lima jalur seleksi yakni Prestasi, Mitra Warga, Bidikmisi Pendidikan Menengah, Inklusif, dan Regular (online).
Dalam peraturan baru tersebut secara keseluruhan hampir sama dengan tahun lalu, hanya saja untuk jalur regular (online) zona yang ditetapkan bukan lagi berdasarkan kelurahan namun kecamatan. Di Kota Malang, ada tiga zona yang ditetapkan yakni Zona 1 terdiri dari kecamatan Blimbing-Klojen-Lowokwaru-Sukun, Zona 2 yakni Blimbing-Kedungkandang-Lowokwaru, dan Zona 3 diantaranya Kedungkandang-Klojen-Sukun.
Kepala SMAN 6 Malang, Drs. Hariyanto, M.Pd menuturkan, peraturan ini membuka lebar peluang masyarakat untuk menentukan pilihan sekolah yang ingin dituju.
“Dengan perubahan zonasi dari kelurahan menjadi kecamatan bahkan satu kecamatan bisa berada di dua zona. Misalnya kecamatan Lowokwaru mereka bisa memilih pertama di zona 1 dan pilihan kedua di zona 2 (masih dalam zona) namun mereka juga bisa memilih di luar zona,” ujar Hariyanto.
Peraturan tersebut juga tercantum pada Petunjuk Teknis PPDB 2018 yang menyatakan saat pemilihan sekolah peserta didik baru memilih dua sekolah sebagai sekolah tujuan dari tiga alternative yang tersedia. Misalnya pilihan pertama pada sekolah di dalam zona yang dekat dengan domisili dan pilihan kedua pada sekolah di luar zona. Namun peserta hanya diizinkan mendaftar satu kali dan jika sudah terdaftar tidak dapat mencabut kembali pendaftarannya.
Sekretaris MKKS SMAN, Budi Prasetyo Utomo, S.Pd, M.Pd, mengatakan, peraturan terkait PPDB tahun ini penataannya lebih bagus dibanding tahun lalu, dulunya pemilihan sekolah berdasarkan kelurahan namun sekarang berdasarkan kecamatan. Dengan peraturan ini bisa dikatakan lebih fleksibel, karena siswa baru bisa memilih sekolah lebih dari satu baik di dalam zona maupun di luar zona.
“Tahun ini siswa di Zona 1 bisa memilih sekolah di SMAN 4 Malang, kemudian juga bisa memilih di SMAN 3 Malang yang berada di Zona 3,” papar Budi.
Menurutnya, yang jelas siswa harus memiliki tujuan ingin sekolah di SMA atau SMK. Kemudian jika siswa tersebut sudah diterima di sekolah X pada jalur prestasi maka dia tidak bisa mendaftarkan diri lagi.
“Nama siswa tersebut akan terkunci dan tidak bisa mendaftar di sekolah lain, ini sebetulnya juga memberikan manfaat bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah,” imbuh Budi. (mg7)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...