Ikon Islam Moderat, Unisma Dilirik Lebanon

 
MALANG - KBRI Lebanon Menjembatani MoU Antara Unisma dengan Al Jinan University. Seperti disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy, hal ini guna mempromosikan Islam Rahamatan Lil'alamin yang ada di Indonesia. Meski Indonesia terdiri dari ribuan suku, pulau dan bermacam agama, namun tetap saling menjaga kedamaian. Seperti kita ketahui umat Islam di luar sana terpecah belah hingga terjadi peperangan. Demikian juga di Lebanon yang juga mengalami konflik.
"Kami ingin, dunia mengetahui dan meniru kedamaian yang terjalin di Indonesia. Ini semua karena keberadaan organisasi besar NU dan Islam Rahmatan Lil'alamin yang mengembangkan Islam yang moderat lagi santun, yang mana Unisma menjadi ikon dua hal tersebut," ungkap Achmad Chozin.    
KBRI Lebanon sendiri, memprogramkan safari kunjungan ke enam nniversitas diantaranya d Malang, Surabaya dan Bandung. 
"Selain promosi Islam Rahmatan Lil'alamin, kami juga berupaya menjembatani kerja sama antar universitas, terutama JU sendiri yang merupakan perguruan tinggi besar di Tripoli Lebanon," tambah Achmad Chozin.      
Al Jinan University Lebanon melalui Rektornya, Prof. Bassam Mahmoud Barake menyampaikan, jangan sampai penandatanganan kerja sama ini hanya di atas kertas, tapi harus segera ditindaklanjuti. Rencananya, Al Jinan University dan Unisma akan mengadakan penelitian tumbuh-tumbuhan yang ada di dalam Alquran. 
Sebelum melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman bersama Unisma terlebih dahulu beberapa perwakilan dari Jinan University memberikan studium general dengan tema Dirosah Diniyah : Islam Rahmatan Lil 'Alamin dengan Keynote speakers diantaranya Prof. Bassam Mahmoud Barake (President of Al Jinan University Lebanon) ; Dr. Salem Mahmoud Fathi Yakan (Al Jinan University Lebanon), Dr. Habib Yahya Abdul Ghany (Al Jinan University Lebanon) di Masjid Ainul Yaqin Unisma. 
Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor 3 Unisma Dr. Badat Muwakhid juga menjelaskan pentingnya mempelajari sejarah bangsa lain untuk dipelajari. Terutama dalam hal bagaimana menerapkan Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai solusi dari isu SARA yang juga sempat memanas di Indonesia akhir-akhir ini.
“Sama kondisinya di Indonesia dan Lebanon, masyarakat yang majemuk banyak adat suku agama dan sebagainya. Yang membahagiakan saat ini kita bahas Islam rahmatan lil ‘alamin yang sekarang sudah mulai pudar tidak pernah dibahas,” tukasnya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :