SMKN 10 Punya 218 Mitra Industri

 
MALANG – SMKN 10 Malang menargetkan siswanya mampu bekerja seluruhnya tanpa ada satupun yang menganggur. Hal ini dikarenakan sekolah ini memiliki jumlah mitra industri terbanyak di tingkat nasional yakni 218 mitra. Bahkan sebelum  lulus sebanyak 60 persen dari 375 siswa sudah diterima kerja, sedangkan sekitar 20-30 persen menjadi enterpreneur dan sisanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Salah satu siswi jurusan Multimedia, Novi Ananda, mengatakan dirinya sudah diterima kerja sejak satu bulan lalu di bagian kasir. Ia merasa bersyukur sudah mendapatkan pekerjaan meskipun belum sesuai dengan jurusan yan digeluti selama di sekolah.
”Karena jurusan saya multimedia, pinginnya nanti bisa bekerja sesuai minat, seperti admin di perbankan dan instansi lainnya.” ujar Novi.
Meskipun tidak sesuai dengan jurusannya, Namun Novi tetap menikmati pekerjaannya saat ini. Bahkan akan terus berusaha sebaik mungkin untuk pengalaman sebelum mendapatkan pekerjaan baru.
”Kerja setelah lulus SMK memang sudah menjadi keinginan saya, motivasi saya supaya bisa merubah hidup menjadi lebih baik lagi,” ungkap Novi disela-sela prosesi pelepasan peserta didik ke-IX SMKN 10 Malang.
Kepala SMKN 10 Malang, Dwidjo Lelono, S.Pd, MMPd, mengatakan, lulusan SMKN 10 Malang harus serba bisa yakni bisa kerja, enterpreneur, dan kuliah. Sehingga dengan begitu tidak ada satupun yang menganggur, bahkan ketika dia melanjutkan ke perguruan tinggi mereka tidak diam tetapi bisa berwirausaha untuk membiayai kuliahnya sendiri.
”Untuk itu, selama di SMKN 10 Malang kami membentuk lulusan yang unggul di bidang akademik, skill, serta profesional. Yang paling utama adalah memiliki karakter, berjiwa enterpreneur, oleh karena itu kami membuat dual sistem yang memberikan magang kerja atau Praktek Kerja Industri (Prakerin) selama enam bulan,” ujar Dwidjo.
Menurutnya, dengan dual sistem  tersebut begitu selesai prakerin, ia tidak hanya diam melainkan mampu melayani masyarakat. Terlebih SMKN 10 Malang menyediakan Bengkel Pelayanan Masyarakat (BPM) yang bisa digunakan oleh siswa untuk mengasah skill mereka, sehingga ketika mereka terjun ke dunia kerja sudah siap melayani masyarakat secara profesional.
”Kami juga ada dua kelas industri yang meningkatkan skill mereka di bidang tersebut sesuai dengan standar industri, dua kelas industri itu ada kelas Honda MPM dan AHM. Saat ini, kami mengembangkan kelas perfilman yang bekerja sama dengan Paradis Films,” ujarnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :