Tak Hanya Teknologi, ITN Perkuat Mahasiswa dengan Imtaq

 
MALANG - “Jika sedulur ingin waras, jangan lupa minum obatnya. Jika kita ingin budi luhur dan cerdas, di ITN inilah tempatnya” bunyi pantun tersebut menutup Dharma Wacana yang disampaikan Prof Ir I Nyoman Sutantra, M.Sc, PhD dalam acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Saka di Aula Kampus 1 ITN Malang, Rabu, (9/5/18). 
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Rektor ITN Malang Dr Ir Lalu Mulyadi, MT usai membuka acara tersebut. Menurutnya, iman dan taqwa menjadi hal penting di ITN Malang.
“Saya ingin di ITN yang mempelajari ilmu teknik juga tak melupakan iman, taqwa dan seni. Kalau bisa sejajar, saya yakin akan jaya terus, masyarakat akan semakin percaya dengan ITN Malang,” ungkap Lalu.
Menurutnya, kegiatan Dharma Santi yang digelar Ikatan Mahasiswa Hindu Dharma ITN Malang diharapkan bisa menjadi kontrol diri, sebagai ukuran seberapa besar ketaatan seseorang. 
Karena itulah, lanjutnya, kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan di kampus. Menurutnya, sebagai kampus multicultural, maka kegiatan keagamaan sangat penting. Karena itu, tahun ini, ITN akan membangun sebuah Pure di Kampus 2. Melengkapi fasilitas ibadah lainnya yakni masjid dan kapel yang sudah ada.
Ketua UKM IMHD ITN Malang Made Danindra menuturkan, dalam wadah organisasi mahasiswa ini, tak hanya keagamaan saja yang diprogramkan. Tetapi juga kebudayaan. Dalam beberapa kegiatan mereka, digelar lomba adat seperti pembuatan sesajen sebagai bagian dari ritual upacara umat Hindu. 
Ida Bagus Suardika, Pembina IMHD menuturkan, perayaan Nyepi menjadi momentum perekat solidaritas. Sesuai dengan tema yang diusung yakni “melalui catur brata penyepian kita tingkatkan soliditas sebagai perekat keberagaman dan kekeluargaan”.
“Kegiatan ini menjadi upaya pencegahan. Jangan sampai renggang, kita lem di sini, Ini halte sebagai tempat mawas diri dan istirahat,” tegasnya. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...