Tidak Daftar Ulang, Sekolah Dapat Peringatan


 
MALANG - Pada penerimaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ternyata masih ada calon mahasiswa baru (Camaba) yang mengundurkan diri dengan tidak melakukan registrasi ulang. Meski perguruan tinggi negeri seperti UB, UM, dan UIN Maliki tak memberi sanksi, tapi mereka memastikan akan mendata sekolah yang siswanya mengundurkan diri tanpa alasan.
"Itu hak mereka jika tidak registrasi tanpa alasan, sebenarnya tidak ada sanksi. Tapi jika belum daftar ulang sudah mengundurkan diri akan tentu akan diberi peringatan sekolahnya," ujar Wakil Rektor 1 UB Malang, Prof Kusmartono kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, di UB ada sekitar 20 yang mengundurkan diri dari total 3.341 peserta yang dinyatakan diterima. Tahun ini, daya tampung UB sebanyak 11.078 mahasiswa. Sementara itu, peserta yang tidak daftar ulang juga dikarenakan mengikuti kompetisi nasional.
"Ada lima camaba diantaranya yang tidak datang karena terpilih membela Jawa Timur. Mereka sudah dinyatakan diterima melalui jalur SNMPTN, karena terkendala kompetisi, mereka diberi keringanan dapat mendaftar ulang setelah selesai kompetisi, terserah mereka bisa kapan," tandasnya.
Sementara itu, di UM terdata jumlah yang diterima sebanyak 2.356 mahasiswa. Jumlah tersebut meliputi 2.027 mahasiswa non bidikmisi dan 329 mahasiswa bidik misi. Namun, dari data tersebut, mahasiswa yang telah melakukan registrasi sebanyak  total 2.107 mahasiswa yang terdiri dari 1.793 mahasiswa non bidikmisi dan 314 mahasiswa bidikmisi.
"Sekitar 4 persen saja yang tidak melakukan daftar ulang. Tetapi sebagian dari mereka sudah mendapat rekomendasi terlambat registrasi karena ada kegiatan lomba yang diusulkan Kemendikbud Jawa Timur. Jika mereka registrasi ulang kira-kira kurang 2 persen saja yang tidak daftar ulang karena mengundurkan diri dengan alasan lainnya," ungkap Wakil Rektor 1 UM, Prof Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si, yang dihubungi terpisah.
Dia membeberkan, peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN terhitung cukup banyak sekitar 50 orang dan mereka terpilih mengikuti kompetisi Nasional.
"Terdata 50 camaba yang lolos SNMPTN ternyata mengikuti kompetisi Nasional. Namun tidak semuanya adalah camaba UM, ada camaba UB, Polinema dan universitas lainnya di Jawa Timur," tambahnya.
Terkait dengan pengunduran diri camaba tanpa alasan, Budi menegaskan kuat dugaan sudah diterima di perguruan tinggi lain ataupun sekolah kedinasan. UM tak memberi sanksi hanya saja, kemungkinan kuota penerimaan SNMPTN di sekolah tersebut akan dikurangi.
"Sebelumnya, sudah ada 20 peserta yang lolos SNMPTN yang mengundurkan diri dengan alasan yang macam-macam, mulai dari orang tuanya yang tidak mampu, atau diluar itu mereka sudah diterima di tempat lain. Nanti kami akan list sekolah yang pesertanya mengundurkan diri SNMPTN, mengingat mereka menyia-nyiakan peluang yang ada, kasihan sekolah lain yang menerima kuota sedikit," tuturnya.
Sedangkan di UIN Maliki, peserta yang diterima dan melakukan validasi sebelum proses daftar ulang justru terbilang meningkat. Jika tahun lalu yang melakukan validasi hanya 70%, maka tahun ini meningkat menjadi 82%.
"Ada 113 peserta yang mengundurkan diri dan tidak daftar ulang. Sementara yang telah melakukan validasi meningkat sekitar 82% dari tahun lalu yang hanya 70%, camaba UIN Maliki memang harus melakukan validasi segera mengingat sekitar bulan Agustus mereka wajib di Ma'had," imbuh Kepala Biro Administrasi Akademik , Kemahasiswaan, dan Kerjasama UIN Maliki, Drs H. Achmad Heru AH MSi. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...