Lulusan SMA Islam Siap Hadapi Tantangan Zaman


 
MALANG - SMA Islam Kota Malang, sebagai salah satu sekolah menengah swasta memiliki visi dalam membina generasi bangsa menjadi insan beriman, berilmu pengetahuan, terampil dan berakhlak mulia. Program pendidikan yang berdasar pada Alquran dan sunnah itu diharapkan mampu mewujudkan lulusan yang berkarakter, dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Telah lebih dari enam belas ribu lulusan yang dihasilkan oleh sekolah di Jalan Kartini ini. 
Pada hari Sabtu (12/5), SMA Islam kembali meluluskan peserta didiknya untuk tahun lulusan 2017-2018. Sebanyak 288 siswa, dari program IPA dan IPS, hari ini akan dikukuhkan dan diserahkan kembali pada orangtua masing-masing.
Seperti pada lulusan sebelumnya, tahun ini pun para siswa telah diberikan banyak hal sebagai bekal mereka di masa yang akan datang. Kordinator kegiatan wisuda, Rudin Hari Subagyo mengatakan, pendidikan agama, menjadi bekal utama siswa untuk melangkah di era mileneum. 
Sebab maju pesatnya transformasi informasi dari masa ke masa menjadi tatangan bagi siswa untuk tetap melangkah sesuai koridor agama. Maka dengan penguatan nilai iman dan takwa selama belajar di SMA Islam, diharapkan mampu menjadi power dalam menghadapi tantangan zaman. 
“Dengan demikian insyaallah mereka akan menjadi  generasi yang tangguh di zamannya, yaitu generasi yang tidak gampang terpengaruh oleh budaya-budaya baru yang dapat merusak moral dan keimanan,” ujarnya.
Rudin menjelaskan, di bawah kepemimpinan Drs. Sularto, M. Pd, para guru SMA Islam lebih mengedepankan pada penanaman nilai religius dan pembiasaan kultur etika moral pada peserta didik. Indikasinya pada sikap dan perilaku siswa yang sesuai norma sosial dan agama.
“Maka nilai-nilai pembiasaan yang telah kami tanamkan ini, diharapkan mampu berimbas dan terus diamalkan setelah mereka lulus dari sekolah ini,” tambahnya. 
Meskipun demikian, lanjut Rudin, nilai karakter tersebut tidak terbatas pada nilai sosial dan keagamaan saja. Namun dapat dikembangkan pada penanaman nilai budaya kerja keras. Implementasinya berarah pada ketekunan siswa dalam belajar dan berlatih baik di sekolah maupun di rumah.
“Dari situlah maka anak-anak akan menjadi pribadi yang pantang menyerah serta berbudaya kerja keras di segala sendi kehidupan,” terangnya. 
Guru mata pelajaran ekonomi ini berharap, para lulusan SMA Islam tetap konsisten dengan seluruh nilai ajaran yang ditanamkan guru selama kurang lebih tiga tahun di sekolah. Dimanapun para lulusan melanjutkan perjuangannya, baik di bangku kuliah maupun di dunia kerja, tetap istiqomah dengan berpegang teguh pada prinsip kejujuran, bisa dipercaya dan selalu bersikap ikhlas. 
“Tantangan di masa yang akan datang itu akan semakin berat. Anak-anak harus berpegang teguh pada prinsip yang diajarkan guru di SMA Islam. Insya Allah dengan selalu berharap Ridho Allah, mereka akan sukses dalam segala bentuk profesi,” harapnya. (imm/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :