Nilai UNBK Tertinggi se Jatim, Jadi Kado Terindah

 
MALANG - Di saat merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 51, SMA Negeri 1 Lawang (Smanela) mendapat kado spesial dari dua siswinya yang baru saja lulus.  Keduanya, Alikhatul Khoiroh dan Erlista Maulidhea dari Program Bahasa menjadi rangking pertama dan ketiga nilai tertinggi UNBK se Jawa Timur. Alikhatul Khoiroh peraih peringkat pertama dan Erlista Maulidhea periah peringkat ketiga. Kepada Malang Post, Alikhatul mengungkapkan rasa gembiranya dengan predikat rangking pertama se provinsi Jawa Timur. 
"Sebenarnya saya terkejut karena tidak menyangka bisa peringkat pertama, apalagi sampai se Jawa Timur. Karena saya merasa persiapan saya menjelang UN juga dirasa kurang maksimal,” ucapnya.   
Demikian juga kata Erlista. Siswi yang bercita-cita menjadi seorang guru bahasa ini, juga tidak menyangka meraih peringkat. Pasalnya, ia marasa soal-soal UNBK cukup sulit dikerjakan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas raihan prestasi ini. Kami yakin ini semua berkat bimbingan guru serta doa orang tua kami,” ucapnya. 
Prestasi UNBK oleh Alikha dan Erlista di tingkat Jawa Timur ini, secara otomatis menempatkan mereka di tiga besar Kabupaten Malang. Bahkan untuk tingkat kabupaten, ada lima siswa lain dari jurusan IPA dan IPS sebagai peringkat 1, 2 dan 3. 
Mereka adalah Anisah Nurul Faiqoh peraih peringkat 1 program IPA, Riza Amalia peringkat 3 program IPA, Dinda Karina Putri Peringkat 1 program IPS, Rachmatya Khairunnisa peringkat 2 program IPS, dan Ferena Purwita Sari peringkat 3 dari program IPS. 
Menanggapi raihan nilai UNBK ini, Kepala SMAN 1 Lawang Drs. H. Supaat, M. Si mengungkapkan syukur atas pencapaian luar biasa oleh guru dan peserta didiknya. Ia menilai perjuangan dan usaha selama ini baik oleh guru maupun siswa membuahkan hasil yang membanggakan.
“Kami sangat bangga sekali sebagai guru. Anak-anak telah membuktikan bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Malang,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai upaya yang selama ini dilakukan untuk suksesnya UN tidak sia-sia, mulai pemetaan dan pendalaman materi oleh guru, hingga pada pelaksanaan beberapa tryout yang diikuti oleh siswa.
“Saya ucapkan terima kasih kepada guru dan siswa atas semua kerja kerasnya,” ungkap Supaat.  
Maka pada Sabtu (12/5) pagi, dengan bangga SMAN 1 Lawang melepas sebanyak 477 siswa kelas XII, sebagai lulusan tahun pelajaran 2017-2018. Setelah menempuh masa belajar selama tiga tahun di SMAN 1 Lawang, kini tiba saatnya para siswa dikembalikan lagi kepada orang tua untuk menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. (imm/sir/aim)  

Berita Lainnya :