SMANELA Siap Jadi Ikon Kabupaten Malang

 
MALANG - SMA Negeri 1 Lawang (Smanela) tengah memperingati hari ulang tahunnya ke-51. Akhir pekan lalu, beragam acara sukses digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalis sekolah yang tahun ini telah mencapai lebih dari setengah abad, mulai dari jalan sehat, pentas seni, pameran motor modifikasi, penobatan Cak Ning dan bermacam perlombaan siswa lainnya. 
Di usia ke-51 tahun, SMA Negeri 1 Lawang telah banyak mencatatkan keberhasilannya. Utamanya dalam mencetak siswa-siswi yang unggul dan berprestasi. Segudang prestasi membanggakan telah dicapai oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Lawang, baik di bidang akademik maupun non akademik.
“Dengan capaian berbagai prestasi ini, kami ingin SMAN 1 Lawang menjadi ikon di Kabupaten Malang,” ucap Kepala SMAN 1 Lawang Drs. H. Supaat, M.Si.
Menurutnya, prestasi yang dicapai siswa Smanela dari berbagai tingkat kompetisi,  mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional. Seperti OSN dan berbagai kompetisi yang digelar perguruan tinggi maupun instansi lain.
Saat ini yang sedang berlangsung, siswa Smanela, Idi Pangesti, berhasil melaju ke tingkat internasional, yaitu Olimpiade Bahasa Jerman pada ajang Nationale Deutscholympiad Vorrunde di Jerman.
“Semoga anak-anak bisa memberikan yang terbaik sebagai perwakilan dari Indonesia,” harap Supaat.
Ia  menuturkan, di usia sekolah yang ke-51 tahun, ada beberapa upaya yang akan dilakukan demi peningkatan mutu lembaga, antara lain meningkatkan kinerja guru dan kedisiplinan siswa.
Kinerja guru ditekankan pada dua aspek, yaitu manajerial dan profesional. Manajerial merupakan konsep dan metode seorang guru untuk dapat mengelola kelas dengan baik. Sedangkan profesional lebih pada pengembangan kompetensi dan keilmuan.
“Keduanya harus imbang dan terus ditingkatkan,” tegasnya. 
Selain guru, pihaknya juga perlu untuk terus menegakkan disiplin pada siswa. Menurut Waka Humas SMAN 1 Lawang, Dra. Hj. Siti Robiah, disiplin merupakan nilai karakter yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
“Disiplin dapat menjangkau seluruh nilai-nilai karakter yang lain, maka perlu kita bangun lebih kuat lagi,” ujarnya.
Ia berharap, pada peringatan HUT sekolah kali ini, guru dan siswa-siswi SMAN 1 Lawang semakin berprestasi. Termasuk meningkatkan kualitas guru.
“Sehingga dapat mengatarkan siswa mencapai sukses. Dengan demikian maka citra sekolah semakin meningkat di tengah masyarakat,” ungkapnya.  
Peringatan HUT ke 51 Smanela, juga dimeriahkan dengan penobatan M. Farchan Chanif dan Wahidah Tsamara sebagai Cak dan Ning SMAN 1 Lawang 2018. Seleksi Cak Ning ini sendiri dilakukan selama sebulan dengan tiga tahap.
Yaitu tahap umum yang mengedepankan performa siswa, tahap kedua mengutamakan nilai kepribadian dan ketiga tentang wawasan kekinian termasuk penguasaan bahasa asing.  “Setiap tahun selalu ada Cak Ning yang baru. Harapannya semoga kedepan siswa-siswi maupun lulusan Smanela dapat menjadi duta Kabupaten Malang maupun Provinsi Jawa Timur,” ucap Mohamad Juzki Arif, Waka Kesiswaan SMAN 1 Lawang. 
Kegiatan HUT Smanela ke 51, juga dimeriahkan pentas seni oleh siswa yang tampil energik di atas panggung. Dalam hal ini Juzki mengatakan, pensi menjadi wadah siswa untuk unjuk bakat dan kreatifitas.
“Juga menjadi ajang latihan untuk bisa tampil di berbagai perlombaan yang digelar di luar sekolah,” pungkasnya. (imm/sir/aim)

Berita Lainnya :