Gema Swara TK Islam Sabilillah Raih Juara Umum KDS 2018


MALANG -  Menanamkan mental juara pada anak perlu dilakukan sejak dini. Bahkan bisa dimulai sejak anak di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Hal ini akan berimbas pada saat anak menginjak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Inilah yang selalu diupayakan guru TK Islam Sabilillah dalam menanamkan jiwa kompetisi pada diri peserta didiknya. Tak heran, beragam kejuaraan diraih para siswa, baik dibidang akademik maupun bidang seni kreatifitas dan olahraga.
Baru-baru ini, tepatnya sepekan yang lalu, tim Drumband Gema Swara TK Islam Sabilillah meraih gelar Juara Umum dalam Kompetisi KDS tingkat Jatim. Dalam ajang tersebut, beberapa kategori lomba berhasil dimenangkan. Antara lain juara 1 display, the best field commander, the best marching and maneuvering, juara 2 favorit tim dan juara 1 favorit field commander.
Peraihan juara tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri baik bagi guru dan siswa. Lebih-lebih bagi orangtua yang selalu terlibat dalam tahap perlombaan, mulai dari perencanaan tim, persiapan, latihan hingga hari pelaksanaan lomba.
Kepala TK Islam Sabilillah, Ana Maslicha,S.Pd  mengaku, dukungan orangtua begitu besar terhadap setiap keberhasilan program sekolah. Termasuk perlombaan drumband, yang digelar Malang Post bersama KDS, beberapa hari yang lalu.  “Kami berterimakasih kepada orangtua yang begitu antusias terhadap suksesnya perlombaan ini. Mereka selalu kami libatkan dalam setiap proses di sekolah agar sama sama saling memiliki,” ungkapnya.
Ana menambahkan, dirinya bangga terhadap usaha guru dan orangtua. Di tengah banyaknya program yang harus diselesaikan, masih mampu fokus dan berbuat yang terbaik. "Di tengah pesatnya program yang semuanya berprioritas, mereka masih bisa mempersembahkan gelar juara umum," ujarnya.
Ia menuturkan beberapa tahun lalu tim drumband Gema Swara TKI Sabilillah sempat mengalami fase penurunan. Rendahnya performa tim, berimbas pada perolehan prestasi. Oleh karena itu,  bersama orangtua pihaknya memantapkan langkah untuk melakukan perbaikan. "Kuncinya harus solid, antara orangtua, pelatih, guru, siswa dan lembaga, harus saling bersinergi. Kalau salah satunya picang maka sulit menjadi yang terbaik," tuturnya.
Menurut Ana, yang terpenting dalam proses pendidikan adalah hasil akhir berupa karakter siswa yang bagus. Selama ini prioritas pendidikan TKI Sabilillah menitik beratkan pada nilai nilai karakter.  Dengan menjadikan siswa belajar bertanggungjawab,  menghargai orang lain, disiplin, dan bisa bekerjasama. "Semua nilai tersebut ada di dalam ekstra drumband.  Kami berharap dengan program ini anak-anak dapat berkembang. Gelar juara itu hanya bonus bagi kami, karena yang terpenting adalah karakter, " tegasnya.  
Ana melanjutkan, secara umum dari seluruh program pendidikan di TKI Sabilillah berorientasi pada perkembangan fisik, psikis, mental, kreatifitas  dan akademik.  Tujuannya agar siswa siap melanjutkan ke Sekolah Dasar dan mampu bersaing dengan yang lain.
Sementara itu, menanggapi kejuaran drumband KDS tahun ini, Tutut Erawati, salah satu pengurus paguyuban orangtua siswa mengatakan, gelar juara umum merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Utamanya tim drumband yang dalam hal ini para siswa. “Kami tidak menyangka anak-anak begitu hebat saat tampil dalam lomba. Semuanya pintar mengambil sikap sehingga semua lini tampak kompak. Meskipun terjadi kesalahan mereka bisa segera memperbaikinya, sehingga tidak sampai merusak performa tim,” terangnya. (imm/sir/udi)

Berita Lainnya :

loading...