Waspadai Olahan Makanan Korea


MALANG – Rangkaian Brawijaya Halal Food Fair 2018 pada Sabtu (12/5) kemarin, berlangsung seru. Vebrina Wahyu, Owner gerai makanan Korea dari Malang, Kimbap Rina (Kirin), kali ini membagikan pengalamannya kepada puluhan peserta seminar BHFF 2018. Vebrina lebih banyak menyampaikan informasi mengenai bahan bahan dan pengolahan makanan Korea yang perlu diwaspadai oleh konsumen, khususnya umat Islam karena berkaitan dengan standar halal.
Cukup banyak makanan tersebut yang mengandung bahan bahan non-halal, seperti alkohol hingga babi. Sehingga, pada seminar tersebut, Vebrina mengajak seluruh peserta untuk jeli dan teliti ketika ingin mengkonsumi makanan yang belum tahu kandungan pastinya, terlebih untuk menu makanan dari luar negeri.
Oleh karena itu, Vebrina yang juga menggeluti bisnis makanan Korea ini, selalu memastikan bahwa makanan  yang dijualnya telah terjamin halal dari MUI. Menurutnya, dengan menjalankan bisnis makanan halal, terasa lebih berkah daripada saat awal dulu yang belum terjamin tentang masalah kehalalannya.
“Alhamdulillah, memang saat ini lebih terasa berkah, lebih bisa menikmati hasil. Kalau dulu kan memang uang banyak, tapi entah kenapa kok ada saja yang bikin uang cepat habis. Kayak cuma transit aja di rekening. Tapi sekarang, bener bener terasa, uang selalu sisa di rekening, bisa membantu orang, dan lain lain,” kata Vebrina.
Seminar makanan halal ini juga diisi oleh pakar lainnya, yakni Ahmad Syihab Fahmi S.TP., M.Si dari MUI bidang kajian dan penelitian dan juga Ir. Prof. Sukoso, M.Sc, Ph.D., dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Muhamad Toha, Koordinator Lapangan BHFF 2018 mengatakan, selain di dalam ruangan (indoor), sosialisasi makanan halal juga akan dilakukan di luar (outdoor) dengan menggelar aksi di Car Free Day Jalan Ijen yang dilaksanakan pada hari Minggu (12/5) ini yang juga sekaligus merupakan hari terakhir rangkaian BHFF 2018.
Menurut Toha, makanan luar negeri pun sebenarnya banyak yang halal. Oleh karena itu, dengan aksi tersebut Toha berharap masyarakat dapat lebih mengenali makanan luar negeri dengan kategori halal. “Jadi besok (hari ini, red.) kita mengadakan aksi, kita orasi, orasi tentang makanan halal. Kita akan memberikan materi semua tentang makanan halal itu gimana, makanan luar negeri yang halal itu seperti apa,” kata Toha.
Pada saat aksi tersebut, BHFF berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mustahiq untuk berorasi sekaligus membagikan sekitar 2000 bakso dan kurang lebih 150 kue lapis untuk para pengunjung Car Free Day Ijen.
Dengan gelaran BHFF 2018 ini, Toha juga berharap agar event ini dapat semakin menyebarkan dampak positif kepada masyarakat. “Kedepan kita juga akan mengadakan pelatihan buat para UKM yang belum tersertifikasi halal MUI. Sebenarnya kita ingin adakan tahun ini, cuma terkendala waktu, jadi harapannya kedepan bisa terwujud,” imbuh Toha. (yan/sir/udi)

Berita Lainnya :

loading...