Sabet Penghargaan SPMI, Unikama Kejar ISO 2015


MALANG - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberi penghargaan Anugerah Iptek dan Inovasi pada peneliti dan perguruan tinggi, se-Indonesia, sebagai salah rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang di gelar di gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis malam (10/8/17).
Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menjadi salah satu penerima penghargaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dari Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti. Prestasi ini sangat membanggakan, karena Unikama termasuk satu dari 13 perguruan tinggi yang terpilih dari sekitar 1600 pengisi instrument Belmawa.
Penghargaan ini berawal dari permintaan dari Ristekdikti untuk melakukan pemetaan SPMI untuk melihat sejauh mana implementasinya di Unikama. Selanjutnya dilakukan visitasi oleh Kemristekdikti untuk melihat implementasi di 24 standar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, diantaranya terkait perencanan, isi, proses, kompetensi lulusan, evaluasi, dosen, sarana, pembiayaan, dan lainnya.
“Saat itu, Prof. Setyo Pratiwi utusan Belmawa mengatakan implementasi kita sudah sangat baik. Namun ternyata kita juga telah melengkapi standar yang belum ada di universitas lain, diantaranya standar visi misi, kemahasiswaan, kerjasama dan sistem informasi,” ujar Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Unikama, Rita Indah Mustikowati, SE. MM.
Menurut Rita, setiap proses dievaluasi dan ditindaklanjuti. Sejak dibangun di tahun 2006 dan penyusunan dokumen di 2008, terus dilakukan evaluasi hingga sekarang.
“Untuk standar pelayanan, kami sudah menerapkan ISO 9001 versi 2008. Tahun depan kami akan beranjak ke versi 2015 yang memiliki kelengkapan managemen resiko. Sekarang memang sudah kami terapkan namun belum menyeluruh. Tahun depan, harapannya lebih terpacu dan ditekankan lagi,” ujarnya.
Di tahun 2018 mendatang, PPM Unikama juga akan mengintegrasikan antara standar SPMI yang berstandar pada Dikti dan ISO Internasional. Keduanya dianggap dapat melengkapi standar jaminan mutu pada proses pendidikan.
“Keduanya melengkapi satu sama lain, dan ke depan akan kami kawinkan agar menjadi satu kesatuan yang utuh dalam standar pelayanan pendidikan di kampus kami,” kata bagian Dokuman PPM Unikama, Rini Trah Purboyanti, SE.
Ketercapaian standar tersebut, lanjutnya, tak lepas dari komitmen dari pimpinan universitas yang terdepan dalam menghadirkan proses pendidikan yang baik. Dengan pemenuhan standar pendidikan sebagai proses, maka diharapkan dapat menghasilkan output berupa kualitas mutu mahasiswa yang baik pula karena telah melalui proses penggodokan yang terstandar.
Selain dari perguruan tinggi, penghargaan tersebut juga diberikan pada sekolah tinggi, institutet, akademi, dan politeknik yang keseluruhannya berjumlah 13 universitas. Selain Unikama, dari Kota Malang, Polinema membawa penghargaan untuk kategori politeknik. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...