UIN Maliki Tak Bedakan Biaya Semua Jalur


MALANG – UIN Malang tidak membedakan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) antara jalur SNMPTN, SBMPTN, SPAN PTKIN, UM PTKIN, serta jalur Mandiri. Bila tahun sebelumnya UKT yang dibebankan kepada mahasiswa baru (maba) digolongkan menjadi lima grade, tahun ajaran baru 2018/2019 diberlakukan tujuh grade.
Perubahan dari jumlah grade ini berdasarkan pada kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai. Dari tujuh grade tersebut masing-masing program studi nominalnya berbeda-beda, namun khusus bagi grade I beban UKT hanya sebesar Rp 400 ribu untuk semua jurusan.
Kepala Biro AAKK, Achmad Heru, mengatakan, UIN Malang tidak membedakan UKT bagi maba baik yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun Mandiri.
“UKT kami ada tujuh grade dengan nominal yang berbeda, kemudian untuk maba kami mewajibkan tinggal di Ma’had selama satu tahun dengan biaya sebesar Rp 10 juta untuk fakultas kedokteran dan Rp 7.5 juta untuk fakultas lain, ini biaya selama satu tahun,” ujar Heru.
Berbeda dari PTN lain, UIN Malang tidak membebankan uang gedung kepada maba untuk semua jalur penerimaan. Bahkan dari tujuh grade UKT pada tahun ajaran baru ini tidak ada perbedaan nominal, yakni grade V tahun sebelumnya sama besarnya dengan grade VII saat ini.
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UKT dari grade II hingga VII yakni sebesar Rp 775 ribu hingga Rp 4,874 juta. Fakultas Syariah kisaran Rp 1,564 juta – Rp 5,637 juta, Fakultas Humaniora Rp 800 ribu – Rp 5,637 juta, fakultas Psikologi mulai Rp 2,207 juta – Rp 5,207 juta, Fakultas Ekonomi Rp 775 ribu – Rp 4,055 juta, serta Fakultas Sains dan Teknologi kisaran Rp 2,311 juta – Rp 5,775 juta. Sedangkan Fakultas Kedokteran Ilmu-ilmu Kesehatan berada pada kisaran Rp 8,290 juta – Rp 24,863 juta.
“Memang bisa dikatakan dari PTN yang ada di Kota Malang, UIN termasuk yang paling terjangkau. Bahkan kami tidak ada uang gedung, hanya ada uang Ma’had, kalau Ma’had fakultas kedokteran dengan nominal segitu termasuk murah karena fasilitasnya seperti hotel bintang tiga,” papar Heru.
UIN Malang membuka jalur Mandiri sejak 18 April hingga 13 Juli mendatang. Tahun ajaran baru 2018/2019 kuota yang diterima kampus ini sebanyak 3.435 mahasiswa dan sebanyak 20 persen diambil dari jalur ini yakni sekitar 687 mahasiswa.
“Untuk alur jalur mandiri hampir sama dengan jalur lainnya yakni daftar secara online, kemudian memilih IPS, IPA, atau IPC. Kemudian mengikuti tes baca dan tulis Alquran pada pagi harinya dan sorenya uji kompetensi sesuai keterampilan yang dimiliki,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :