UIN Maliki Lahirkan Psikolog yang Agamis


MALANG – Ilmu Psikologi menjadi prodi favorit UIN Maliki selama beberapa tahun terakhir ini. Sebab, prodi ini menerapkan kurikulum psikologi integrasi. Kurikulum ini pula yang menjadi pembeda dengan fakultas psikologi di delapan perguruan tinggi lainnya.
“Justru bagi mahasiswa dengan kurikulum psikologi integrasi lebih mudah dijalankan dan menjadi ciri khas fakultas,” ujar Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki, Dr Siti Mahmudah MSi kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, sistem integrasi pada kurikulum yang dijalankan adalah teori psikologi dilihat dari perspektif keagamaan, sedangkan indikatornya untuk memahami ilmu psikologi yang diintegrasikan kaidah agama. Menggunakan distincsi psikologi integrasi dengan memadukan teori psikologi dengan teori agama menjadikan lulusan tampak beda di lapangan.
“Lulusan memiliki nilai plus sudah terbukti karena mampu menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Unmer dan UB dan S2 lulusannya diterima bahkan di  PTN di luar negeri seperti Belanda, Malaysia, Jerman, dan Turki,” ulasnya.
Dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.146, kompetensi yang harus dikuasai yakni  kemampuan psikologi secara teori dan agama. Tidak hanya mengaktualisasikan ilmu psikologinya, tapi penting juga untuk mengembangkan pendidikan agama sesuai kaidah agama. Tak heran, jika mahasiswa psikologi juga ada yang seorang hafidz.
“Selain itu, apa yang menjadi kebutuhan mahasiswa psikologi harus dikuasai dengan ilmu agama. Saya juga menerapkan kebijakan untuk mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi pada semester tujuh dan semester delapan tinggal wisuda,” tuturnya.
Meski begitu, kendala dalam penerapan kurikulum integrasi psikologi dan agama ini juga ditemui dari segi SDM yang mumpuni. Dalam menyempurnakan konsep kurikulum integrasi, butuh waktu walaupun selama penerapan sudah mulai ada perkembangan. Dengan kurikulum psikologi integrasi ini juga memunculkan peluang baru fakultas untuk merencanakan program S2 Science di tahun 2018 dan S2 profesi Psikologi di tahun 2023.
“Kami akan mengusulkan program S2 Science di tahun 2018 dan S2 profesi Psikologi yang ditargetkan pada 2023. Dengan terus melakukan evaluasi penyempurnaan KKNI, serta peningkatan skripsi mahasiswa dengan bahasa asing yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab,” imbuhnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...