Ning Tyas Asih, Guru yang Juga Penulis


MALANG POST - GURU Bahasa Indonesia SMKN 2 Malang Ning Tyas Asih, S.Pd menyiapkan sebuah novel dengan judul Memburu Mantra Jaran Goyang. Novel dengan jumlah 158 halaman ini menceritakan tentang sebuah petualangan remaja.
“Novelnya sekarang ini masih dalam proses cetak, rencananya akan dilaunching pada waktu halal bihalal MGMP Bahasa Indonesia Kota Malang,” ujar Ning Tyas.
Melalui novel ini, Ia ingin menyampaikan banyak pesan moral kepada siswa dimana kegigihan dan perjuangan diperlukan untuk meraih impian. Selain itu, juga disampaikan pula untuk berwirausaha dengan mengembangkan kreativitas serta menuangkan ide dan inovasi baru.
Sesuai dengan profesi yang digeluti Ning Tyas, ia mengeksplorasi sebuah kata hingga menciptakan satu kesatuan kalimat yang ringan dibaca namu tetap mengindahkan susunannya. Meskipun sebagai tenaga pendidik yang bukan lagi seorang remaja, ia mempu menciptakan novel dengan gaya bahasa anak muda masa kini.
“Memang dari dulu suka menulis dan beberapa kali ikut lomba menulis. Tahun 2017 lalu saya juara harapan III dalam menulis cerpen tingkat Jawa Timur,” ujar perempuan berjilbab ini.
Tak hanya Bahasa Indonesia, Ning Tyas juga memiliki keahlian di bidang Bahasa Jerman. Kemampuannya ini ia tuangkan dalam tulisan pada novel ini. Sehingga bagi siswa yang tertarik dalam bahasa Jerman akan terpacu dalam cerita yang ada.
“Melalui novel ini saya juga ingin menyampaikan bahwa ketika menghadapi suatu masalah atau rintangan yang datang menghadang, meskipun pahit namun itu justru membuat seseorang semakin kuat,” ujarnya.
Ning Tyas menyusun Novel ini selama kurang lebih dua minggu, namun beberapa kali direvisi untuk menyempurnakan tulisannya. Terhitung sejak Desember hingga kini baru disetujui oleh penerbit.  Novel Memburu Mantra Jaran Goyang ini menjadi novel pertamanya.
“Saya terus berimajinasi untuk menyelesaikan novel ini hingga dapat banyak halaman, kemudian saya print dan meminta rekan guru serta siswa namun menurut mereka ceritanya flat. Dari situ baru direvisi serta menghadirkan tokoh antagonis yang sebelumnya tidak ada,” paparnya.
Ia menceritakan, menulis novel dengan tema gadis remaja sebagai tokohnya ini terinspirasi murid didiknya.
“Menceritakan seputar remaja selalu menarik untuk dibahas karena selalu ada hal yang baru,” ujar Ning Tyas yang sebelumnya mengajar di SMA. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :