UIN Maliki Waspada Radikalisme dalam Kampus


 
MALANG – Maraknya kasus teroris di beberapa wilayah Indonesia, menimbulkan kekhawatiran tersendiri akan beredarnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa maupun dosen. Hal ini membuat perguruan tinggi di kota Malang mulai membentengi lingkungannya dari doktrin radikalisme. Salah satunya UIN Maliki yang akan menindak tegas baik dosen maupun mahasiswa yang terbukti menganut paham radikalisme.
“Belum ditemukan mahasiswa atau dosen yang memiliki paham radikalisme dan saya juga tak berharap ada di UIN Maliki,” ujar Rektor UIN Maliki, Prof Dr Abdul Haris MAg yang ditemui Malang Post, kemarin.
Haris, sapaan akrab Abdul Haris tetap berharap tidak ada bagian UIN Maliki yang menganut paham radikalisme. Dalam upaya pencegahan dan  monitoring, Haris mengaku komunikasi antar dosen di lingkungan UIN Maliki terjalin baik dan tak ditemukan mahasiswa atau dosen yang terindikasi doktrin radikalisme. Jika nanti ditemukan, Rektor UIN Maliki tersebut akan menindak tegas siapapun yang terlibat.
“Kami sudah semaksimal mungkin untuk melakukan monitoring di lingkungan UIN Maliki. Tentu kami terapkan sanksi sesuai aturan, bagi ASN atau PNS ada aturan tersendiri. Sedangkan bagi mahasiswa jelas akan kami keluarkan,” tuturnya. 
Untuk monitoring masing-masing dosen, ia mengaku menyerahkan kepada kepala prodi, sekretaris dan kajur. Haris menilai teroris memang tengah menunjukkan eksistensinya karena sanggup mengancam siapa saja hingga melenyapkan manusia.
“Mereka tak pandang bulu dalam menghancurkan siapa saja, sehingga kami harus antisipasi jika ada indikasi,” ulasnya. 
Dengan menerapkan islam moderat, UIN Maliki mampu meminimalisir pendekatan doktrin radikal melalui kajian islam terbuka. Selain itu, pemantauan di asrama ma’had juga terus ditingkatkan oleh pengasuh. Kegiatan agama sebagai rutinitas yang terus ditingkatkan, terlebih saat ini pada bulan Ramadan.
“Baik di lingkungan ma’had mahasiswa akan dikontrol penuh agar tidak mudah terpengaruh doktrin radikal. Sedangkan di luar lingkungan UIN Maliki juga dilakukan pemantauan. Di bulan Ramadan kegiatan juga ditingkatkan dalam UIN mengabdi,” imbuhnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :