UMM Bentuk Lembaga Pemeriksa Halal


MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberi perhatian khusus terkait kehalalan produk. Bekerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, UMM telah membentuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai salah satu wujud usaha membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya produk halal.
“Memang orang Indonesia, maaf nih, belum banyak yang sadar yang butuh produk halal,” ungkap Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, dosen jurusan Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dirilis Humas UMM.
Elfi merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam berdiri dan berjalannya LPH UMM. Setelah LPH UMM berdiri, dibentuklah kurikulum baru untuk mencapai visi misi dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), yakni mengembangkan teknologi pangan yang halal-thoyib (halal dan baik).
Tahun 2018, dengan kurikulum tersebut terbentuklah mata kuliah baru yaitu Manajemen Pangan Aman dan Halal (MPAH). UMM menjadi satu-satunya kampus yang memiliki kurikulum ini di Indonesia. Mata kuliah MPAH berisi materi yang didukung studi atau suvey, wisata halal pada akhir kuliah pada perusahaan, UKM, hotel, rumah sakit, katering, restoran, pondok pesantren, asrama, balai hingga sekolah full day.
Elfi menjelaskan untuk membentuk LPH, ada beberapa syarat yang harus dimiliki. Yakni mempunyai kantor sendiri, mempunyai minimal tiga auditor halal bersertifikasi MUI dan bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi.
“Makanya saya berusaha mendapatkan lab terakreditasi terlebih dahulu,” jelas Elfi.
Setelah dua tahun berjalan perlahan, cita-cita Elfi untuk mendapatkan laboratorium terakreditasi tersebut terlaksana. September 2017, akhirnya ia meraih ISO 17025. Ia mengaku, akreditasi laboratorium lebih rumit daripada akreditasi jurusan karena yang dinilai dua hal, yakni aspek manajemen dan aspek teknis.
“Sekarang, saya sedang mengompori beberapa lab untuk menyiapkan pengujian halal seperti alkohol, lemak babi, dan DNA Babi,” pungkasnya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...