Teliti Lempung Bangkalan, Mahasiswa UM Dukung Industri Pengecoran


MALANG - Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membawa angin segar bagi Industri pengecoran logam. Melalui program kreativitas mahasiswa (PKM), tim yang beranggotakan Candi Galih Syaifullah, Ayik Bela Saputra, Shabrina Ruhyatul fauziah menemukan inovasi pengganti bentonit.
Kepada Malang Post, ketua tim PKM Candi mengungkapkan, demi peningkatan kualitas di industri, mereka mengenalkan pengganti bentonit yang dibuat dari bahan lempung lokal Bangkalan. Bahan ini lebih murah dan terbukti membuat hasil coran berkualitas.
“Lempung local Bangkalan kami peroleh di kawasan Bukit Jaddih, dan terbukti bahan ini bisa meningkatkan kualitas hasil coran jika dipakai menggantikan bentonit,” ungkap Candi.
Lebih jauh, mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, UM ini menjelaskan, Bentonit adalah pengikat yang paling umum digunakan dalam industri pengecoran. Namun, harga bentonit cenderung terus meningkat. Sementara kebutuhan akan pengikat pasir cetak yang baik sangat diperlukan untuk mengahasilkan kualitas hasil coran yang bagus.
Di bawah bimbingan dosen UM Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., P.D. tim ini berhasil membuktikan bahwa penggunaan lempung Bangkalan ini terbukti menguntungkan industri kecil. Karena harga bahan yang lebih murah dan hasil coran yang lebih berkualitas. Candi merinci, harga Bentonit bisa mencapai Rp 10.000-Rp 15.000 per kilo. Sementara lempung Bangkalan hanya Rp 5.000 per kilo.
Penelitian berjudul Analisis Cacat Coran Dan Sifat Mekanis Al-Si Dengan Pengikat Lempung Lokal Bangkalan karya tim ini sukses mendapatkan pendanaan Dikti dalam Program PKM Penelitian Eksakta. Tim yang merupakan gabungan mahasiswa Teknik Mesin dan Pendidikan Kimia FMIPA UM ini berharap, penelitian mereka bisa menjadi rujukan di dunia penelitian dan juga bisa diaplikasikan pada industry pengecoran logam yang memakai cetakan pasir. Apalagi, pengecoran dengan cetakan pasir (sand casting) merupakan metode yang banyak digunakan pada industri pengecoran alumunium. Pasir cetak (sand casting) yang banyak dilakukan di laboratorium pengecoran logam di berbagai universitas dan industri kecil masih memanfaatkan bentonit sebagai pengikat pasir cetak.
“Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bahan pengikat baru yang mampu mengalahkan bentonit dari segi sifat mekanis hasil coran dan harga bahan yang lebih murah,” pungkasnya. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...