Unikama Kupas Revolusi Industri 4.0


MALANG – Revolusi Industri 4.0 menjadi bahasan menarik pada Orasi Ilmiah Dies Natalis Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Ke-43, beberapa waktu lalu. Orasi bertemakan Membumikan Peran Pendidikan Tinggi dalam Era Revolusi Empat Titik Nol ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ridwan Hisjam.
Pada orasinya dipaparkan pula bahwa dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, bukanlah suatu revolusi biasa melainkan selain manusianya, teknologi, sains, namun juga akan merubah peradaban bangsa. Untuk itu diperlukan perubahan mindset untuk mampu menghadapinya.
Menurut Ridwan Hisjam, Revolusi Industri 4.0 ini merupakan perubahan peradaban manusia terbesar yang pada saat ini masih dalam proses tahap awal. Yang dilihat bukan lagi kecanggihan teknologi semata. Oleh karena itu, revolusi ini perlu diarahkan dengan benar oleh semua pihak sehingga proses digitalisasi sekarang ini mampu memberikan kebaikan.
“Apabila salah asuhan atau mengarahkan revolusi industri 4.0 akan dapat membagi masyarakat menjadi masyarakat menang dan kalah, kerusuhan sosial dan anarki mungkin terjadi karena luruhnya perekat yang selama ini menyatukan masyarakat dan komunitas,” ujar Ridwan.
Revolusi Industri 4.0 ini bukan hanya tentang teknologi dan bisnis semata namun juga menyangkut masyarakat luas. Perubahan ini telah terjadi di depan mata, maka semua pihak harus segera memahami dan beradaptasi.
Perguruan Tinggi (PT) merupakan lembaga pendidikan paling strategis untuk menjadi garda terdepan sehingga harus mampu menerima, mengolah, dan mengimplementasikannya. Kesiapan PT di Indonesia inilah yang saat ini masih dipertanyakan sudah siap sejauh mana menghadapi tamu yang bernama Revolusi Industri 4.0.
“Perguruan Tinggi harus benar-benar siap, karena saat ini kita semua sudah menghadapi Revolusi Industri tersebut dengan ditandai meningkatnya interaksi dan batas angka manusia, mesin dan sumberdaya manusia yang semakin produktif melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi,” terang Ridwan.
Revolusi Industri 4.0 yang ada di depan mata ini menjadi tantangan bagi Unikama untuk benar-benar mempersiapkan lulusannya mampu berdaya saing baik di kancah nasional maupun internasional. Berbagai program juga perlu disusun termasuk mengintegrasikan kurikulum yang ada sesuai perubahan saat ini.
Rektor Unikama, Drs. Pieter Sahertian, M.Si., mengatakan, perlu dipahami bersama bahwa semua lini sudah terkena dampak Revolusi Industri 4.0, bahkan dunia kerja pun tak bisa menghindarinya. Oleh sebab itu, Unikama mempersiapkan lulusannya dengan menyesuaikan era saat ini yakni era digital, supercomputer, online, dan semua mengandalkan internet.
“Maka dari itu, kami membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang IT, sehingga ketika mereka lulus sudah tidak canggung lagi terhadap teknologi yang terus berkembang serta mampu menyesuaikan diri di dunia kerja,” ujar Pieter.
Diakuinya bahwa Revolusi Industri 4.0 ini bukan lagi perkara teknologi saja melainkan sudah mengarah pada peradaban, perubahan sikap dan mental. Sehingga apabila keterampilan dan kemampuan teknologi bagus namun tidak sejalan dengan mindset maka penjajakan Revolusi ini tidak akan mungkin.
“Keduanya harus seimbang, sehingga mereka tidak gagap dengan teknologi namun juga mampu berdaya saing dengan perubahan saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, semua dosen Unikama dalam pembelajarannya sudah berbasis komputer, baik saat penyampaian materi maupun tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa juga disampaikan secara online. Bahkan mereka saat ini tengah mengembangkan hibah daring yakni pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh. (mg7/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :