Calon Rektor UB Segera Diputuskan


MALANG - Setelah sempat mundur, Kemenristek Dikti akhirnya akan hadir di Universitas Brawijaya dalam agenda Pemilihan Calon Rektor, Rabu, (23/5). Pemilihan rektor UB akan berlangsung di Widyaloka yang dihadiri oleh Perwakilan Kemenristekdikti dan seluruh anggota senat pada pukul 14.00 WIB.
“Seluruh panitia juga melakukan rapat untuk mengecek persiapan pada pemilihan rektor yang akan berlangsung di Widyaloka. Sejauh ini persiapan penyelenggaraan sudah siap, mengingat jadwal pemilihan yang seharusnya digelar pada April lalu,” ujar Ketua Senat UB, Prof Dr Ir Arifin MS yang ditemui Malang Post, kemarin.
Arifin melanjutkan, pilrek yang akan berlangsung nanti dihadiri oleh perwakilan Kemenristekdikti yang didampingi oleh tenaga administratif kementrian. Pemungutan suara akan berlangsung dengan prosentase 65% anggota senat dan 35% perwakilan Kemenristekdikti yang akan langsung diumumkan hasilnya dan diakhiri ramah tamah dengan berbuka bersama.
“Menurut informasi yang menghadiri bukan menteri sendiri, melainkan ada pejabat eselon satu salah satu dirjen yang mewakili ke sini dan didampingi oleh dua tenaga administratif kementerian. Kami sudah tidak ada beban lagi jika proses pemungutan suara segera dilakukan,” tandasnya.
Meski pilrek UB molor, situasi perkuliahan tetap berjalan kondusif. Dosen dan mahasiswa sudah tahu profil masing-masing calon karena sudah mendengarkan visi misinya, sehingga tinggal gong saja. Seluruh civitas akademika pastinya juga berharap secepatnya mendapat kepastian siapa yang akan menjadi rektor UB empat tahun ke depan. Pilrek UB sudah dilaksanakan sesuai peraturan Menteri bahwa proses pemilihan calon rektor selambat-lambatnya harus dilaksanakan dua minggu sebelum jabatan rektor berakhir.
“Harapannya, bahwa proses pemilihan berjalan lancar, aman, tertib, dan membahagiakan. Maksud dari bahagia ini adalah rektor yang terpilih sesuai dengan harapan civitas akademika UB. Sehingga calon rektor terpilih nanti mampu melaksanakan visi misi yang disampaikan, tidak hanya sekedar obral janji. Dunia kampus perlu karya nyata,” tegasnya.
Bicara soal apa yang harus langsung dikerjakan rektor terpilih, Arifin membeberkan beberapa hal yang menjadi prioritas rektor baru nanti. Mulai dari pengembangan universitas yang unggul sebagai word class university dan entrepreneur university. Sehingga ke depan mampu menjadi kampus yang bermartabat baik dari segi pemimpin, dosen, karyawan, maupun mahasiswa.
“Prioritas rektor baru adalah menyelesaikan masalah yang menjadi ganjalan universitas, seperti pelaksanaan akreditasi institusi yang saat ini sudah A, maka akan menjadi beban bagaimana mempertahankan reputasi akreditadi tadi. Sebab, dalam waktu dekat akan ada visitasi,” tuturnya.
Belum lagi keresahan mahasiswa, baik masalah penyelesaan UB Kediri maupun vokasi. Sesuatu mendesak lainnya yang harus segera dilakukan adalah peningkatan kualitas yang berhubungan dengan reputasi internasional karena secepatnya harus dirancang. Terdapat 17 prodi yg bertaraf internasional dan harus jelas rancangan pelaksanaannya. Status tenaga dosen di UB yang lebih banyak non PNS juga diharapkan dapat segera teratasi oleh rektor baru nanti, sehingga hak dosen dapat diperoleh.
Sementara itu Ketua Pilrek UB, Prof. Iwan Triyuwono SE menegaskan, seluruh anggota senat diharapkan dapat menghadiri proses pemungutan suara besok. Iwan juga berharap rektor terpilih nantinya dapat membawa UB menjadi perguruan tinggi negeri yang baik dengan visi misi yang harus dicapai. Pada masa transisi, dia menambahkan akan ada penyesuaian khususnya jika yang terpilih adalah orang baru.
“Jika seandainya rektor terpilih adalah orang baru, tentu butuh penyesuaian situasi dan kondisi serta harus mempelajari apa yang belum dikerjakan oleh rektor sebelumnya. Tapi kalau rektor lama yang terpilih lagi, tentu tidak perlu penyesuaian karena program sudah ada langsung bekerja dan merealisasikannya,” imbuh pria berkacamata ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...