Sekolah Multi Kultur, Membina Semua Pemeluk Agama


MALANG – Yayasan Pendidikan Taman Harapan merupakan lembaga sekolah multi kultur dengan menyediakan pendidikan mulai play group, TK, SD, SMP, hingga SMA. Sekolah yang lebih pas disebut Indonesia kecil ini memiliki nilai toleransi sangat tinggi, pasalnya keseluruhan siswanya terdiri dari berbagai pemeluk agama.

Untuk itu sekolah memberikan wadah bagi siswanya dalam mengembangkan pendidikan agama sesuai kepercayaan masing-masing dengan kegiatan rutin setiap Jumat. Pada kegaiatan ini siswa akan dibimbing oleh guru dari masing-masing agama di ruang terpisah. Tak terkecuali SD Taman Harapan yang mendatangkan guru agama dari luar sekolah untuk memfasilitasi peserta didik.
Kepala SD Taman Harapan, Andreas Rudy Subandrio, S.Pd, mengatakan, sekolah memfalisitasi semua siswa tanpa terkecuali meskipun agama tertentu pesertanya hanya sedikit, karena ini merupakan kemitmen SD Taman Harapan sebagai Indonesia kecil dengan menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Tidak hanya lima, disini ada enam agama. Namun beberapa kami masih kesulitan untuk mencari pengajarnya, namun sebisa mungkin kami memberikan pelayanan yang sama tanpa membedakan satu sama lain,” ujar Rudy, sapaan akrab Andreas Rudy Subandrio, S.Pd.
Selain mengadakan agenda rutin setiap Jumat, SD Taman Harapan juga mengadakan berbagai kegiatan keagamaan. Misalnya seperti bulan Suci Ramadan saat ini, sekolah menggelar acara pondok Ramadan bagi siswa yang beragama Islam. Bagitupun ketika hari besar agama lain juga diadakan kegiatan kunjungan ke beberapa panti asuhan.

“Intinya kami memberikan siswa kebebasan untuk mengembangkan agamanya masing-masing dan kami akan memfasilitasinya dengan porsi yang sama besarnya,” ujarnya.
Pemahaman toleransi bagi siswa, khususnya peserta didik SD Taman Harapan diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran. Seperti Pendidikan Kewarganegaraan dan Agama. Didalamnya terdapat materi mengenai budi pekerti dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pemahaman anak-anak ini juga didukung oleh Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai program pemerintah.
Disamping itu semakin bertambahnya usia, SD Taman Harapan selain meningkatkan prestasi akademik juga prestasi non akademik dengan berbagai macam eksrtrakurikuler. Diantaranya ada bidang vokalia, karate, tari, seni lukis, bina musika, drumband dan modeling.
Menurut Rudy, semua ekstrakurikuler di SD Taman Harapan memiliki peminat yang hampir sama, hanya saja ekskul modeling menjadi spesial lantaran baru satu tahun ini sekolah mewadahi minat siswa di bidang tersebut namun sudah cukup banyak meraih juara. “Selain itu kami juga memiliki laboratorium bahasa dan IT, sehingga peserta didik kami juga paham mengenai perkembangan teknologi saat ini,” pungkas Rudy. (mg7/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...