Sistem Zonasi, Siswa Bisa Memilih Diluar Zona


MALANG – Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019 telah diturunkan. Pada peraturan ini turut mengatur penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi sebesar 90 persen wajib bagi sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Sedangkan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah juga berhak menerima peserta didik baru dengan jalur prestasi yang berada di luar radius zona terdekat dari sekolah sebesar 5 persen. Sedangkan 5 persen lagi bagi calon peserta didik diluar zona terdekat dengan alasan khusus seperti mengikuti perpindahan orangtua/wali atau bencana alam.
“Tidak ada yang berbeda dengan Permendikbud tahun lalu, hanya saja sebelumnya menggunakan zonasi berdasarkan kelurahan sedangkan sekaran berdasarkan kecamatan,” ujar Kepala SMAN 4 Malang, Budi Prasetyo Utomo, S.Pd, M.Pd.
Di Kota Malang terbagi menjadi Zona 1 Blimbing, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun sekolah terdekat yakni SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 7 Malang. Zona 2 meliputi Blimbing, Kedungkandang, Lowokwaru sekolah terdekat SMAN 1, SMAN 8, dan SMAN 9 Malang. Sedangkan Zona 3 diantaranya Kedungkandang, Klojen, Sukun dengan sekolah terdekat SMAN 2, SMAN 3, SMAN 6, dan SMAN 10.
Menurutnya, pembagian zona berdasarkan kecamatan ini sudah bagus, lantaran semua unsur sudah terwadahi, misal calon peserta didik didekat sekolah yang kurang mampu bisa terakomodir. Kemudian siswa berprestasi baik akademik maupun non akademik didekat sekolah juga terfasilitasi.
“Begitupun juga ketika calon peserta didik baru yang ada didekat sekolah bisa melihat langsung pengumumannya. Seperti di SMAN 4 Malang kami sudah memasang pengumuman tersebut di depan sekolah, namun jika ingin tanya lebih lanjut bisa ke kesiswaan atau ke panitia PPDB,” terang Budi.

Tahun ini, SMAN 4 Malang menerima peserta didik baru sebanyak 308 siswa. Dengan adanya sistem zonasi bukan menjadi suatu permasalahan, justru menjadi kesempatan bagi semua sekolah untuk memiliki peserta didik dengan kemampuan baik secara akademik maupun non akademik.
“Penyebarannya akan lebih merata, sehingga tidak ada lagi sekolah yang ini atau itu lebih unggul dari yang lain, karena semua sekolah memiliki kesempatan yang sama dan merata,” ujarnya.
Sementara Kepala SMAN 5 Malang, Anis Isrofin, M.Pd, mengatakan, Permendikbud yang diturunkan sudah sama dengan juknis PPDB beberapa waktu lalu. Keduanya sama-sama menggunakan sistem zonasi.
“Adanya sistem zonasi ini tentu akan lebih menguntungkan siswa karena siswa dapat memilih dua sekolah, boleh keduanya di dalam zona ataupun di luar zona,” ujar Anis.
Ia melanjutkan, misal pilihan 1 dalam zona sedangkan pilihan 2 di luar zona, atau pilihan 1 di dalam zona sedangkan pilihan 2 di luar zona, serta pilihan 1 di luar zona sedangkan pilihan 2 di dalam zona. “Siswa memiliki kesempatan untuk memilih sekolah-sekolah yang diinginkan, sehingga mereka harus benar-benar mempersiapkan dengan baik pada pendaftaran ini karena bisa jadi pesaingnya banyak,” pungkasnya. (mg7/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :