Terinspirasi Prestasi Almarhum Ayah


Malang post, Pencak Silat sepertinya sudah melekat pada diri Nashwa Sakina Adani, Siswi kelas VII MTs. Khadijah Malang. Gadis kelahiran September 2003 ini bahkan masih rajin latihan meskipun saat ini tengah menjalankan ibadah puasa. Terlebih dalam waktu dekat akan mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda).

Untuk mengikuti kejuaran ini, Nashwa sapaan akrabnya rela melakukan pemusatan latihan. Satu minggu akan latihan setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Latihan khusus untuk para atlit ini dimulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
"Awal puasa ini libur, tapi minggu depan latihan lagi. Meskipun puasa tetap semangat karena biasanya juga tetap latihan meskipun puasa Senin Kamis", ujar Nashwa.
Kiprahnya di dunia Pencak Silat bermula dari ikut latihan sejak TK dan pertama kali mengikuti kejuaran di Gresik, tempat tinggalnya kala itu. Kemudian Nashwa kembali mengikuti perlombaan pada kelas dua Sekolah Dasar. Bakatnya tersebut membawanya meraih juara II.

Kemampuannya dalam pencak silat Tapak Suci semakin terasah ketika Ia pindah ke Kota Malang dan mendapat pelatih dari para murid almarhum sang ayah, Dadi Santoso (Juara Dunia pada SEA Game 1991 di Jakarta).
Dibawah bimbingan Hariyanto dan Rahman Andiyanto mengantarnya menjadi juara di berbagai ajang perlombaan. Seperti Juara III Airlangga Championship Tapak Suci 2017 di Surabaya, Juara II walikota cup 2017 golongan remaja di Malang, Juara II kejurda tapak suci di Gresik, dan Juara I Paku Bumi Open Cup IV tingkat Asia Eropa di Bandung tahun 2018. “Semua ini terinspirasi oleh prestasi-prestasi almarhum Ayah saya yang telah meninggal saat saya masih kelas satu SD,” ujar Nashwa.
Bahkan banyaknya piala sebagai pesilat terbaik hingga piala juara dunia yang diraih oleh sang Ayah dari cabang olah raga pencak silat dibidang fight dan seni membuatnya semakin termotivasi untuk terus menjadi sang juara. Baginya bisa berprestasi dikejuaraan yang diikuti merupakan suatu kebanggaan tersendiri. “Alhamdulilah banyak pihak yang terus mensupport saya untuk terus berkembang khususnya Ibu saya, para pelatih, dan sekolah,” ujarnya.
Siswa MTs Khadijah Malang ini bahkan tak surut sedikitpun untuk latihan sepulang sekolah. Meskipun sekolah menerapkan program full day Ia selalu semangat bergabung latihan bersama teman-teman Tapak Suci sampai menjelang Maghrib. (mg7/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :