Monev Internal PKM UM Dihadiri 84 Tim


MALANG – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang yang ditunggu-tunggu seluruh mahasiswa di setiap perguruan tinggi untuk unjuk bakat dan penemuannya. Setiap tahun peminatan PKM tergolong tinggi, namun Kemenristekdikti membatasi setiap perguruan tinggi dengan kuota tertentu, sehingga persaingan antar tim sangat ketat.

“Peminat PKM meningkat setiap tahun tapi dibatasi kuota. Seperti di UM yang masuk kategori pertama dengan kuota 700 judul saja. Kami akhirnya menyeleksi 695 judul terbaik yang diajukan,” ujar Kabag Kemahasiswaan UM, Drs Taat Setyohadi yang ditemui Malang Post, kemarin.
Dia melanjutkan, tentu saja melalui seleksi ketat maka judul yang terpilih dan didanai adalah judul terbaik yang selanjutnya akan diperlombakan kembali dalam ajang PIMNAS. Terdata, dari 695 judul yang diajukan, tim yang didanai Dikti sebanyak 84 tim. Dari 695 judul, ketiga yang tertinggi yakni 181 judul dari FMIPA, 176 judul dari FT, 85 judul dari FIS. Sementara, untuk memaksimalkan kinerja mahasiswa, UM juga memberi dana talangan masing-masing Rp 3 juta setiap tim.
“80% tim sudah mendapat dana PKM dari Dikti, sementara itu UM juga memberi dana talangan masing-masing Rp 3 juta setiap tim. UM menargetkan dari 84 tim yang didanai Dikti, nantinya 25-30 judul dapat lolos PIMNAS,” ulasnya.

UM sudah mulai menyiapkan mahasiswa untuk dapat membuat proposal PKM sejak dini. Mulai mahasiswa masuk sudah diberi edukasi soal PKM pada PKKMP orientasi saat tahun ajaran baru dengan pembimbingan yang langsung diserahkan pada jurusan dan fakultas. Selain itu, mereka juga teruji melalui lomba yang diadakan pada masing-masing fakultas. Sementara itu, UM juga mengadakan dua kali monev internal menjelang monev eksternal Dikti pada Juli mendatang. Monev internal dirancang seperti eksternal oleh tim juri dan dihadiri pula dari pihak luar yang menangani PKM. Kesiapan bagi mahasiswa sangat penting dalam menghadapi penilaian sekaligus dalam pengerjaan yang sesuai dengan aturan.
“Selama pemantauan, minat mahasiswa bagus karena sebagian dari mereka juga banyak yang berpengalaman mengikuti karya ilmiah remaja (KIR). Sedangkan dalam monev internal, ada pembelajaran PKM terkait template dari Dikti yang harus diperbaiki dalam hal perform mahasiswa mulai dari power point, presentasi, tanya jawab, serta kolaborasi antar anggota saat nanti menghadapi monev,” tuturnya.
Mahasiswa yang menerima beasiswa di UM berkewajiban mengajukan PKM. Secara keseluruhan memang mengikuti, meski ada yang tidak berpartisipasi pula. UM memotivasi mahasiswa dengan pemberian reward sebesar Rp 10 juta, termasuk memperbolehkan menggunakan judul PKM untuk tugas akhir sesuai dengan bidang prodinya.
“Kami memberi reward bagi yang lolos PIMNAS dan bagi yang juara akan diberi Rp 10 juta. Beberapa memang diperbolehkan menggunakan PKM untuk pengembangan tugas akhirnya, asal sesuai dengan bidang prodinya. Jika diterapkan saklek, tentu ada yang tidak pas,” imbuhnya. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...