Jokowi, Nama Perpustakaan Digital Unisma


MALANG - Unisma sedang menyiapkan pembangunan perpustakaan digital. Fasilitas ini akan menjadi sarana dan prasana lengkap untuk kebutuhan literasi. Gedung berlantai tiga tersebut nantinya akan ditargetkan dapat digunakan mahasiswa, tahun depan. Selain menambah jumlah koleksi, perpustakaan yang didaulat bernama Jokowi ini nanti akan ditingkatkan sebagai perpustakaan digital.

“Kami segera mulai pembangunan perpustakaan, pokoknya mahasiswa Unisma berada di dalam perpustakaan itu betah, bukan hanya seperti di rumah tapi juga serasa berada di mall. Kami akan tunggu gerakannya Jokowi, dibantu atau tidak dibantu akan tetap berlanjut,” ujar Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi yang ditemui Malang Post, kemarin.
Pengembangan perpustakaan nanti diprediksi akan selesai dan dapat digunakan mahasiswa pada 2019, lanjut Maskuri. Pengembangan sarpras Unisma yang lengkap dengan nuansa sejuk, indah, bersih, dan menyenangkan, akan membuat masyarakat tertarik di Unisma. Dia mengaku perpustakaan yang didapuk dengan nama Jokowi tersebut, nantinya akan menggunakan sistem digital dan diperluas menjadi tiga lantai.
“Kami tengah menyiapkan konsep perpustakaan dengan sistem digital. Hal ini bertujuan agar perpustakaan berlantai tiga ini nanti menjadi sarana yang layak dan menyenangkan bagi mahasiswa. Seperti rencana awal, Pak jokowi akan mengambil peran sisi yang memungkinkan untuk bisa membantu Unisma pada 2018 ini, salah satunya pengembangan perpustakaan,” ungkapnya.

 Jumlah koleksi perpustakaan digital juga akan ditingkatkan melalui kerjasama dengan jaringan antar perguruan tinggi. Gedung perpustakaan yang ditargetkan rampung pada 2019 nanti akan langsung diupdate dengan sistem digital.
“Jaringan antar perguruan tinggi yang menjadi mitra akan menjadi bagian tak terpisahkan melalui digital library. Termasuk pengurus PBNU dengan jaringan ribuan koleksi yang dapat diupdate Unisma,” tuturnya.
Selain itu, desain dan blue print pengembangan kampus Unisma juga menyertakan pembangunan gedung untuk pondok pesantren, disamping sekarang juga tengah melakukan renovasi masjid. Dengan bentuk later L berlantai tiga, pondok pesantren yang diprediksi mampu menampung 400 mahasiswa ini akan bertujuan untuk pengembangan karakter. Sehingga, mahasiswa tak hanya dibekali dengan keilmuan tapi juga keagamaan, organisasi yang sarat dakwah sebagai target utama pondok pesantren.
“Pondok pesantren ini nanti akan digunakan untuk mahasiswa baru berkapasitas 400 orang. Tentu tidak dapat menampung semuanya, sehingga kami akan melakukan proses seleksi terlebih dahulu. Bagi kami, lebih senang merasa kesulitan dalam pengembangan sarana dan prasarana, daripada kesulitan dalam mencari mahasiswa,” imbuhnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :