Kaji Ulang Zonasi Wilayah Berdasar Kelurahan


 
MALANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) SMP jalur wilayah masih akan diatur ulang. Terutama terkait pembagian kelurahan yang akan ditampung di tiap sekolah. Hingga kemarin, belum ada keputusan pasti apakah tetap berdasarkan kelurahan atau menggunakan radius. Pasalnya tahun lalu, banyak sekolah yang tidak bisa memenuhi target 40 persen dari jalur wilayah lantaran hanya dibatasi dua kelurahan saja. 
“Untuk penentuan jalur wilayah ini masih akan dibahas lagi kepastiannya bagaimana, apakah tetap berdasarkan wilayah atau menggunakan radius,” papar Kepala SMPN 1 Malang, Dra. Hj. Lilik Ermawati, M.Pd.
Seperti yang dialami oleh SMPN 1 Malang yang tidak bisa terpenuhi targetnya lantaran di kelurahan Gadingkasri dan Oro-oro Dowo tidak banyak anak usia sekolah. Penentuan wilayah ini juga tergolong sempit lantaran ada tiga sekolah yang saling berdekatan yakni SMPN 1, SMPN 8, dan SMPN 6 Malang.
Dari 40 persen yang terbagi menjadi 20 persen bagi siswa pra sejahtera tidak bisa dipenuhi sehingga harus menambah peserta didik dari jalur regular. Ia menuturkan, bila mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang menyatakan 90 persen sekolah wajib menerima siswa dari jalur wilayah, maka kemungkinan besar SMPN 1 Malang tidak mendapat murid.
Hal ini karena kelurahan Oro-Oro Dowo dan Gadingkasri yang menjadi zona SMPN 1, tidak banyak memiliki siswa lulusan SD. Sedangkan sekolah menerima siswa baru antara 240 hingga 256 siswa.
Menurutnya, jalur wilayah 90 persen masih mungkin diperuntukkan bagi yang penduduknya padat seperti kota-kota besar di Indonesia dengan wilayah yang sangat luas. Sedangkan di Kota Malang apabila diterapkan seperti itu maka akan berakibat adanya sekolah yang tidak mendapat murid. Di sisi lain, lanjutnya, akan ada sekolah yang tidak mampu menampung.
Sementara itu, SMPN 8 Malang tahun ini akan mengurangi jumlah rombongan belajar karena ruang kegiatan belajar (RKB) tidak memenuhi syarat. Sehingga untuk regular hanya akan menerima tujuh kelas dengan masing-masing kelas 30 siswa, dan satu kelas Olahraga.
Pada jalur wilayah SMPN 8 Malang tahun lalu menerima siswa dari kelurahan Kauman dan Kiduldalem. Apabila dilihat dari wilayah, sekolah hanya memiliki pendaftar sedikit lantaran lingkungan sekitar bukanlah rumah penduduk melainkan kantor dan pertokoan. Sehingga masih akan ada evaluasi, namun keputusan dan aturan yang ditetapkan pemerintah nantinya akan diikuti dengan baik.
“Namun pada rapat kemarin memang ada wacana jalur wilayah berdasarkan radius dengan jarak berapa kilometer, di SMPN 8 sendiri mungkin nanti jika radius akan ada irisan dari wilayahnya SMPN 1 dan SMPN 6, kita tinggal menunggu saja bagaimana menggodoknya,” ujar Kepala SMPN 8 Malang, Anny Yulistyowati,S.Pd,MM.
Seperti halnya SMPN 1, PPDB jalur wilayah dengan prosentase 40 persen dari total peserta didik juga tidak dapat dipenuhi oleh SMPN 8 Malang. Sehingga harus mengambil dari pendaftar regular. 
Yang berbeda, jalur prestasi keolahragan tahun ini akan ada mekanisme pendaftarannya sendiri dengan melalui beberapa tes tertentu. Namun nama-nama yang lolos seleksi pada jalur ini tetap akan di onlinekan sehingga masyarakat bisa melihat.
“Nantinya satu kelas olahraga ini akan terdiri dari berbagai macam bidang, bahkan SMPN 8 Malang akan mewadahi siswa-siswa yang memiliki prestasi olahraga namun tidak diakomodir seperti cabang olahraga Wushu, sepertinya tidak ada sekolah-sekolah yang menerima jalur prestasi ini namun sekolah kami akan menerima,” tutup Anny. (mg7/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :