Prof Nuhfil Harus Segera Konsolidasi Program

 
MALANG - Publik Universitas Brawijaya (UB) menaruh harapan besar kepada rektor terpilih Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS. Nuhfil dianggap pantas dan mampu membawa UB semakin maju dan berkualitas. Proses pemilihan rektor dianggap sudah selesai. Berbagai dinamika yang terjadi selama pemilihan orang pertama di UB bukan lagi menjadi masalah. “Tentang kemenangan Prof Nuhfil, ini adalah suatu hal yang biasa dalam kontestasi, dimana warga UB menghendaki pergantian kepemimpinan. Yang jelas ini kemenangan bersama, tidak ada yang kalah. Prof Bisri sudah sangat baik dalam menjalankan amanah,” ujar salah satu anggota senat UB, Prof Dr Unti Ludigdo Ak kepada Malang Post.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS terpilih sebagai Rektor UB periode 2018-2022. Dekan Fakultas Pertanian itu mengalahkan petahana, Prof Dr Ir Mohammad Bisri M.Si. 
Lebih lanjut Unti Ludigdo berpendapat, Kementerian Ristekdikti memiliki perferensi dalam memberi suara kepada calon rektor. Apalagi sebelumnya Kementerian Ristekdikti  telah melakukan fit and proper test kepada tiga bakal calon kemudian melakukan konfirmasi pada berbagai hal yang dilakukan masing-masing calon.
“Jika Prof Nuhfil bisa unggul, itu karena konsekuensi dari Fakultas Pertanian yang memiliki guru besarnya masih terbanyak sehingga memiliki peluang lebih besar, meski sangat tergantung dengan individu yang dicalonkan. Namun, tak lantas senat memberi suara pada orang pertanian saja, walau sepertinya banyak suara guru besar dari pertanian untuk Prof Nuhfil juga,” papar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB tersebut. 
Lebih lanjut dia mengatakan, rektor terpilih harus mampu membawa UB yang sudah bergerak maju sebagai perguruan tinggi terbaik dan terlama di Indonesia lebih berkualitas. Sehingga Nuhfil harus segera melakukan konsolidasi untuk memastikan program prioritas dalam meningkatkan kualitas UB.
Terlebih  akreditasi institusi, tim yang dibentuk Bisri sudah bergerak dengan proses pengerjaan laporan dalam memenuhi BAN PT. Nuhfil harus dapat melakukan penguatan tim sehingga target akreditasi A dalam hitungan bulan pada akhir Juni dapat dilakukan maksimal.
“Harapannya tentu dengan kemenangan Prof Nuhfil, UB dapat berkembang lebih cepat dalam hal tata kelola berbasis integritas kuat, pengembangan institusi dan akademis dapat pula ditingkatkan,” katanya. 
Ia optimis Prof Nuhfil memiliki ketegasan, jaringan yang luas dan visi yang kuat untuk pengembangan kelembagaan akademis universitas. Yang terpenting adalah kemampuan melakukan konsolidasi yang cepat pada masa transisi mengingat UB segera melakukan akreditasi institusi lagi. 
Sama halnya dengan Unti, staf ahli Wakil Rektor 4 UB, Maulina Pia Wulandari PhD yang mengaku telah mengenal Nuhfil sejak tahun 2005 sebagai sosok yang tegas dan mengayomi bawahannya. Selain itu, Nuhfil juga memiliki sikap konsisten terhadap keputusan dan sangat jelas dalam memberi pengarahan.
“Beliau sangat memahami kondisi dosen dan karyawan, termasuk kesejahterahannya. Dengan adanya cluster-cluster tentu beliau juga paham bagaimana bebannya masing-masing. Beliau juga sangat mendukung program internasionalisasi UB sejak lama dan benar-benar memerhatikan pendidikan dosen muda,” tungkas wanita penyuka anggrek ini.
Menurut Pia, selain dikenal aktif dengan organisasi di luar kampus terlebih juga sebagai pakar ketahanan pangan, tugas besar Nuhfil dalam bidang internasionalisasi, yakni harus lebih giat mempersiapkan UB dengan mendatangkan mahasiswa asing seperti yang dilakukan Prof Bisri.
“Salah satunya dengan mengenalkan UB ke wilayah Timur Tengah sebagai pasar yang bagus. Lebih banyak even pengenalan antar budaya di kampus dan mampu mengimplementasikan MoU dengan institusi di luar negeri,” tuturnya.
Terpilihnya rektor baru menjadi angin segar bagi UB kedepannya. Hal ini disampaikan mahasiswa Jurusan Manajemen, Hasan Mujtaba K.H. Ia berharap rektor baru dalam membentuk budaya kolaboratif yang tidak hanya di dalam jurusan tapi antar jurusan dan mampu mengurangi berbagai gesekan yang mungkin muncul.
Untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru yang memiliki dampak luas di masyarakat, mahasiswa UB mampu membuat inovasi atau temuan baru namun masih belum hits di masyarakat luas. Jadi dengan adanya kolaborasi ini diharapkan mahasiswa UB dapat memberikan sesuatu yang baru yang mengatasi berbagai persoalan di era Revolusi  Industri Generasi ke-4 ini. 
“Adanya kolaborasi ini juga dapat meningkatkan riset-riset yang dilakukan mahasiswa UB dengan hasil riset yang lebih komprehensif dan mencakup lebih banyak aspek dikarenakan lebih menyatunya atau eratnya rasa kekeluargaan antar mahasiswa UB lintas jurusan,” harapnya.  
Sementara itu, mahasiswi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UB, Nur Halimah menilai setiap Rektor UB mempunyai karakter atau ciri khas masing-masing di mata mahasiswa.
“Saya berharap agar Prof Nuhfil juga dapat meneruskan program-program yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya. Salah satunya menjadikan UB kampus yang ramah difable,” harapnya.
“Tantangannya terkait UB apakah siap menjadi kampus PTB BH atau tidak, perihal teman-teman vokasi dan juga kampus 3 Kediri. Intinya, Prof Nuhfil dapat merealisasikan apa yang telah manjadi programnya,” imbuh mahasiswi asli Banyuwangi itu. (mg3/van)

Berita Lainnya :

loading...