Pendaftaran SMK Dimulai, Diawali Pengambilan PIN


MALANG – Hari pertama sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK seluruh Jawa Timur dilakukan serempak, kemarin. PPDB dengan sistem online yang sudah berjalan dua tahun ini, nyatanya masih membingungkan masyarakat baik secara teknis maupun non teknis.

Salah satunya, SMKN 3 Malang yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan mekanisme PPDB dimulai dari pendaftar yang harus memiliki PIN terlebih dahulu. Terbaru tahun ini, pendaftar harus menyertakan surat keterangan tidak mampu dan harus siap mengikuti tes bakat minat di sekolah yang dituju.
“Ada yang terbaru tahun ini, peserta menyertakan surat keterangan tidak mampu dari sekolah asal dan siap mengikuti tes bakat minat sesuai kewenangan sekolah. Hari pertama sudah ada 200 pendaftar yang mengambil PIN kemudian dilanjutkan untuk simulasi pendaftaran besok (hari ini, red),” ujar Waka Kesiswaan SMKN 3 Malang, Hadi Sasmianto kepada Malang Post, kemarin.
Dia mengaku, pertama dibuka sistem online memang mengalami kendala server beberapa jam, sehingga pelaksanaan sempat tertunda lama. Mekanisme PPDB tingkat SMK tahun ini secara umum sama mulai dari pendaftar yang harus memiliki PIN yang dapat diambil di SMA/SMK Negeri terdekat dan tidak dipungut biaya apapun. PPDB SMA/SMK terdiri dari dua sistem yakni online dan offline untuk seluruh wilayah Jawa Timur dan diprioritaskan hanya pada jarak rumah terdekat dari sekolah. Untuk sistem offline, sekolah menyiapkan kuota peserta didik pada jalur bidikmisi, mitra warga, dan prestasi masing-masing 5% dari total jumlah pagu.
“Dengan regulasi baru, peserta juga harus menyertakan surat keterangan tidak mampu dari sekolah asal yang nanti akan dilakukan survei oleh sekolah. Setelah dinyatakan diterima, pendaftar wajib mengikuti tes bakat minat sesuai dengan ketentuan setiap jurusan di sekolah. Kami tak dapat memprediksi karena ketentuan penerimaan siswa berdasarkan sistem pusat,” ungkapnya.
Selain itu, SMKN 3 Malang juga melayani sistem offline bagi pendaftar yang ingin langsung mengurus berkas keperluan di sekolah. Melalui jalur reguler, sekolah menyiapkan kuota maksimal sebanyak 85% dari total pagu. Jumlah pagu SMKN 3 Malang sebanyak 13 rombel dan tiap rombelnya menampung sebanyak 36 siswa. Ketentuan penerimaan di sistem offline ditetapkan oleh sekolah.

“Soal biaya pendidikan, ditentukan oleh Gubernur melalui surat keputusan yang dikirim ke masing-masing sekolah. Pusat sudah mengatur komponen biayanya, hanya saja jika di SMK, semacam biaya praktik ditanggung oleh wali murid,” tegasnya.
Meski begitu, sejumlah siswa dan wali murid mengaku merasa kesulitan dengan sistem PPDB tahun ini. Pasalnya, prosesnya lebih panjang dengan pengambilan PIN, meski dapat mendaftar melalui online.
“Ribet karena harus mengambil PIN dulu, belum lagi pendaftarannya juga akan dimulai setelah hari raya,” keluh Risma Oktavia, siswa SMPN 15 Malang.
Sama halnya dengan Risma, salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya ini juga mengaku dari pagi harus antri mengambil PIN. Terlebih sistem server yang error sehingga pelaksanaan molor. Meski putrinya bersekolah di MTs N Batu dan berdomisili di wilayah kabupaten Malang, dia tetap optimis untuk mencoba mendaftarkan putrinya di SMKN 3 Malang.
“Saya tetap optimis, dicoba saja, semoga ada peluang untuk masuk SMKN 3 Malang. Tapi PPDB tahun ini saya rasa cukup rumit, harus antri ambil PIN,” imbuh wanita berjilbab ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :