Pengenalan Soal HOTS Harus Bertahap


MALANG – Tahun ajaran baru 2018/2019 SDN Bunulrejo 1 Malang merencakan peningkatan mutu akademik yang dimulai dari memberikan pelatihan bagi para guru. Untuk meningkatkan kualitas secara intern ini nanti semua tenaga pendidik akan diajak mengikuti berbagai pelatihan baik dalam bentuk workshop, seminar dan Kelompok Kerja Guru (KKG).
Selain itu dari segi akademik penguasan materi para guru dalam mengatasi soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) juga akan digalakkan. Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan nilai akademik peserta didik yang selama ini mayoritas kemampuannya masih digaris rata-rata. Sehingga perlu adanya peningkatan mutu agar SDN Bunulrejo 1 mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lainya.
“Kami harus selalu berpacu agar tidak ketinggalan, selain itu perbaikan-perbaikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga akan terus kami lakukan, terutama yang tahun lalu masih dikatakan kurang atau lemah,” ujar Kepala SDN Bunulrejo 1 Malang, Sochmad Tarmudji, S.Pd, M.Pd kepada Malang Post.
Dalam perjalanannya, peningkatan mutu ini akan lebih diarahkan pada pendalaman materi melalui KKG dan mikro teaching. Sedangkan untuk pemahaman soal HOTS ini memang perlu dilatih baik gurunya untuk membuat soal, maupun siswanya. Mengingat selama ini mereka belum terbiasa dengan penalaran tingkat tinggi.
“Sehingga mau tidak mau mulai tahun ajaran baru ini para guru harus membiasakan diri dengan soal HOTS dan lebih banyak melibatkan para siswa,” ujar Sochmad.
Soal HOTS ke depannya akan diterapkan kepada siswa secara bertahap. Menurutnya, pengenalan soal tingkat tinggi ini harus juga melihat kemampuan setiap kelas.
Menurutnya, berkembangnya dunia pendidikan ini memang mengharuskan soal-soal HOTS harus ada pada setiap pembelajaran meskipun hanya bebebrapa, karena kalau keseluruhan maka kasihan siswa-siswi yang kemampuannya kurang sehingga mengakibatkan menurunnya motivasi belajar.
“Menurut saya yang paling ideal soal HOTS itu maksimal 40 persen, sehingga yang kemampuannya sedang juga tidak dirugikan dan yang sudah mampu bisa terus berkembang,” papar Sochmad.
Selain dalam bidang akademik, peningkatan mutu bagi siswa lebih mengarah pada meningkatkan kedisiplinan serta ketertiban siswa. Pasalnya sampai saat ini masih ada saja siswa yang bolos sekolah dengan berbagai alasan.
“Karena siswa kami masih ada yang bolos, untuk itu kami akan meningkatkan kerja sama dengan orang tua sehingga wali murid tersebut ikut berpartisipasi secara aktif dalam pendidikan anaknya,” pungkasnya. (mg7/mp)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...