Hanif, Peraih Nilai UN SMP Tertinggi



MALANG – Sebuah kebanggaan, angkatan pertama SMP Unggulan Al Ya’lu Malang mampu meraih nilai tertinggi UN tingkat SMP Kota Malang. Peringkat pertama tersebut diraih oleh Hanif Fatkhurrohman Abadi dengan perolehan nilai Bahasa Indonesia 96, Bahasa Inggris 90, Matematika 100, dan IPA 100, dengan total 386.

Untuk mendapatkan nilai ini Hanif sapaan akrabnya mengasah kemampuan dengan mengikuti banyak try out baik dari sekolah, try out kota, dan berbagai try out dari luar. Sedangkan untuk intensitas belajarnya masih tergolong biasa yakni ada jam tambahan satu mata pelajaran usai jam sekolah.
“Kemudian di rumah saya belajar kurang lebih antara satu hingga satu jam setengah sebelum UNBK. Biasanya saya lebih banyak mengerjakan soal-soal,” ujar Hanif.
Menurutnya, untuk menaklukkan semua soal UNBK ini dibutuhkan rileks dengan begitu semua yang telah dipelajari mengalir semua. Sementara itu untuk beberapa mata pelajaran seperti Matematika dan IPA ia mengaku sudah terbiasa lantaran sering mengikuti olimpiade.
“Karena pada olimpiade itu saya sudah terbiasa mengerjakan soal-soal yang sulit, jadi saat ujian sudah terbiasa dengan soal tersebut,” ujar Hanif, yang pernah juara III Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kota Malang ini.
Meski mengetahui nilainya tertinggi di Kota Malang pada UN SMP, Hanif menyambutnya dengan perasaan senang sewajarnya. Pasalnya orang tua juga selalu mengingatkan untuk tidak sombong atas pencapaiannya ini. Terutama ini masih ujian tingkat SMP, masih ada beberapa jenjang lagi yang harus dilalui.
“Senang, namun inginnya sih semua nilai sempurna,” ujarnya sambil tertawa.
Kepala SMP Unggulan Al Ya’lu, Wiyanto, M.Si, mengatakan, suatu keberkahan bagi sekolah karena pada angkatan pertama ini mampu memberikan hasil tertinggi baik rata-rata sekolah maupun nilai individu. Dari 20 besar nilai UN tertinggi ada lima siswa SMP Unggulan Al Ya’lu yang masuk dalam daftar tersebut.
“Sekolah kami baru tahun ini meluluskan siswa SMP dan langsung ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kelas IX siswa kami berjumlah 31 anak,” ujar Wiyanto.

Lantaran ini angkatan pertama dalam menghadapi UNBK SMP Al Ya’lu intensif konsultasi dengan pengawas, dan Dinas Pendidikan. Hal ini dilakukan karena untuk UN ada standar operasional sehingga dengan seksama sekolah mengikuti bimbingan dari Dinas Pendidikan supaya bisa menyelenggarakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

Berita Lainnya :