Meniru gaya Ki Hajar Dewantara


MENGEMBAN amanah sebagai Dekan di Fakultas Saintek pada Agustus 2017 lalu, Dr Sri Harini MSi menjadi salah satu dekan wanita yang eksis di UIN Maliki. Sejak diangkat, ia begitu antusias menyusun program unggulan untuk meningkatkan daya saing fakultas. Di tengah tugas beratnya dalam program percepatan guru besar, ia masih aktif mengeksplore karya mahasiswa hingga dosen di lingkungan Saintek.
Meniru gaya Ki Hajar Dewantara, wanita yang memang bercita-cita menjadi dosen ini menggunakan filosofi sang tokoh dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.
“Dalam kehidupan sehari-hari, saya menggunakan filosofi Ki Hajar Dewantoro, di depan kita memberi contoh di tengah kita sejajar bekerja sama, dan jika teman-teman sudah jalan maka kita cukup mengarahkan dari belakang,” ujar Sri Harini MSi kepada Malang Post.
Dosen yang menyukai tadabur alam ini mengaku fokus untuk beberapa programnya yang mulai berjalan, seperti pengurusan sertifikat HAKI bagi karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang diakuinya telah tersertifikasi sebanyak 17 karya dan tiga karya yang  masih menunggu untuk dipatenkan. Tak hanya itu, pengembangan laboratorium berbasis kebutuhan masyarakat juga terus digarap dengan menghasilkan beragam bahan kebutuhan sehari-hari.
“Kami terus berupaya mengeksplore karya mahasiswa dan dosen melalui lab biologi yang sudah menghasilkan water nano spray, teh zaitun, sabun berbahan ektrak zaitun dan sabun kelapa. Serta ke depan kami juga tengah mengembangkan lab ekologi hewan yakni untuk konservasi burung langka habitat Jawa,” tandas wanita yang sangat menyukai Matematika dan Fisika itu.
Selain itu, dengan berdirinya Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi & S2 Pendidikan Matematika dari SK Ristek Dikti tahun 2018 menjadi kebanggaan lain bagi fakultas saintek. Pendampingan terhadap program-program unggulan potensi mahasiswa seperti robotik, Desain Arsitektur berbasis kearifan lokal, dan School of Astronomi juga terus dilakukan. Termasuk peningkatan program Khotmil Qur'an bagi mahasiswa dan dosen.
“Program nomor satu yang menjadi prioritas karena mendukung percepatan Guru Besar di UIN Malang. Insya allah kami akan menggandeng pihak LPM dan LP2M yang dilanjutkan dengan choacing clinik artikel publikasi ilmiah,” terangnya.
Tantangan yang dirasakan tak sedikit dalam mewujudkan program-programnya hingga 2021 nanti. Pasalnya, motivasi dosen yang masih rendah khususnya dalam pengembangan dan peningkatan kualitas mengajar, meneliti dan pengabdian masyarakat. Belum lagi motivasi mahasiswa dan tenaga tendik (administrasi) juga masih rendah menjadi hal serius yang harus ditingkatkan bersama.
“Masih banyak dosen menempatkan diri dalam zona nyaman saat ini, motivasi mahasiswa yang hanya sekedar rutinitas tanpa ada arah yang jelas setelah lulus bagaimana mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat. Kurangnya laboran begitupula kecilnya anggaran menyebabkan pelaksanaan praktikum kurang optimal,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :