Tahun Ajaran Baru, Programkan Makan Bersama di Sekolah


TAHUN ajaran baru 2018/2019, SD Brawijaya Smart School (BSS) akan mengadakan satu program baru yakni makan siang bersama. Kegiatan rutin setiap hari ini berlaku bagi semua siswa mulai dari kelas I hingga VI dengan didampingi para guru dan karyawan.
Adanya jam makan siang bersama ini bertujuan untuk menghindarkan peserta didik dari kebiasaan jajan kurang sehat. SD BSS nantinya akan menyediakan makanan yang lebih bernutrisi seperti sayur untuk mendukung pertumbuhan dan memenuhi kandungan gizi. Ide ini tercetus dari banyaknya anak-anak kurang menyukai sayuran setiap kali makan.
"Disisi lain saya juga terinspirasi dari kebiasaan sekolah di Jepang yang ada kegiatan makan bersama semua siswa di jam istirahat," ujar kepala SD BSS, Hari Budi Setiawan, M.Pdi kepada Malang Post.
Sebelumnya sekolah sudah mengadakan program makan bersama namun hanya satu kali dalam sebulan. Sehingga pada ajaran baru Juli mendatang, SD BSS memutuskan jam makan siang menjadi agenda rutin yang harus diikuti oleh semua siswa dan guru. Dengan begitu antara siswa dan guru akan  tercipta lebih erat kebersamaannya serta anak diajarkan untuk mandiri.
Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa anak zaman sekarang masih banyak disuapi orang tua. Adanya rutinitas baru di sekolah inilah mau tidak mau siswa akan dilatih mandiri serta menjadi terbiasa dengan hal-hal pokok seperti makan.
"Selain itu kami juga berusaha melatih peserta didik untuk lebih menghargai makanan, memakan apa yang telah disediakan dan tidak pilih-pilih makanan, rasa syukur itulah yang ingin kami terapkan sejak dini," ujar Wawan sapaan akrab Hari Budi Setiawan, M.Pdi.
Kegiatan makan siang bersama ini juga akan menjadi program unggulan  SD BSS setelah Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti, Smart Alquran kelas 1-6 setiap pagi, Tahfidz Al-Qur’an juz ke 30, Pengembangan Bakat Minat, Salat Dhuha dan Salat Dzuhur, dan Pembiasaan Bahasa Inggris.
"Ini juga menjadi wujud salah satu pembelajaran menyenangkan yang kami terapkan dengan tujuan untuk menciptakan siswa didik berkarter mulai dari hal-hal kecil seperti ini," pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...