PPDB SMA, Luar Kota Dijatah 10 Persen


MALANG – Sistem zonasi tetap menjadi patokan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA tahun ini. Meski begitu, calon siswa masih sering bingung dan datang langsung untuk bertanya terkait peluang diterima di sekolah yang dituju. Hal ini seperti terlihat di SMAN 1 dan SMAN 3 Malang. Diakui panitia, kedua sekolah favorit tersebut dengan sistem PPDB dua tahun ini menerima siswa dengan sebaran lebih luas.
“Banyak yang masih bingung soal zonanya. Bagi pendaftar yang berasal dari wilayah kabupaten atau kota Batu masih berpeluang diterima tapi prosentasenya kecil,” ujar Sekretaris PPDB SMAN 1 Malang, Tanto Prihadi yang ditemui Malang Post, kemarin.
Staff Waka Kesiswaan ini juga menegaskan alokasi pagu luar wilayah sudah ditentukan oleh pusat. Sehingga dalam penerapannya, pendaftar harus memperhatikan terlebih dahulu zona wilayah sebelum mendaftar. Pagu calon peserta didik dengan kartu keluarga di luar provinsi hanya berpeluang maksimal 1% dari pagu awal sesuai hasil perangkingan. Sedangkan pagu calon siswa khusus lintas kabupaten dan kota se Jawa Timur sebesar 10%.
“Kuota 10% untuk lintas kabupaten dan kota terdiri dari pagu calon peserta didik dengan domisili luar kabupaten atau kota dan asal sekolah luar maupun dalam kabupaten atau kota masing-masing 5%. Seluruhnya sistem yang merangking secara otomatis,” ungkapnya.
Pada hari kedua PPDB SMAN 1 Malang terdata sebanyak 164 orang yang mengambil PIN. Pada tahap verifikasi dan validasi, SMAN 1 mengadakan tes bakat minat, khususnya untuk jalur prestasi yang terbagi menjadi seni tari tradisional, OSN, dan tahfid Qur’an. SMAN 1 menyiapkan kuota sebanyak 288 siswa yang terdiri dari masing-masing 14 siswa jalur prestasi dan mitra warga, sembilan siswa jalur bidikmisi, serta sisanya 251 siswa jalur reguler.
“Sistem PPDB tahun ini lebih lengkap dan sederhana, karena seluruh siswa sebenarnya dapat mengupdate informasi bahkan melakukan pendaftaran secara online. Meskipun sekolah juga menyiapkan fasilitas simulasi,” tandasnya.
Sementara itu, di SMAN 3 Malang juga terlihat sama dalam melayani proses PPDB baik untuk informasi maupun pengambilan PIN pendaftar. Waka Humas SMAN 3, Drs Basuki APP MPd menilai selama ini masyarakat masih menganggap untuk mengambil PIN harus pada sekolah yang dituju. Padahal, pendaftar dapat mengambil PIN di sekolah terdekat dari rumahnya karena seluruh sekolah melayani. Terkait dengan zona, dia mengaku SMAN 3 mendapat input siswa dari sebaran yang lebih luas.
“Sebaran siswa kami lebih luas karena sistem menghargai lintas kabupaten, kota, maupun provinsi,” ulasnya.
Melihat potensi siswa, sejak tahun kemarin dinilai kompetitif. Basuki menegaskan tak terlalu khawatir akan potensi siswa yang diterima nanti, karena siswa sebelumnya juga telah mengikuti seleksi ketat dan terpenting mereka akan terbentuk dari lingkungan.
“Dengan sistem PPDB tahun ini, sekolah tentu mampu melayani lapisan masyarakat yang beragam. Kami tak khawatir akan kompetensi mereka, sebab yang terpenting lingkungan yang nantinya membentuk mereka. Kami juga terus membangun SDM dan sarpras sebagai hal penunjang,” tuturnya.
Terkait biaya SPP akan ditentukan setelah masuk, sekolah mengusulkan dan disetujui oleh Provinsi. Tahun ini, SMAN 3 Malang menyiapkan kuota  siswa yang sama dengan SMAN 1 Malang sebanyak 288 siswa. Jumlah ini terbagi sama untuk sistem offline sebanyak 37 meliputi masing-masing 14 siswa jalur prestasi dan mitra warga, sembilan siswa jalur bidikmisi, serta sistem online 251 siswa dengan jalur reguler. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :