Teliti Apel Batu, Ardilla Wakili Indonesia ke Amerika


MALANG - Siswi MTs Negeri 1 Kota Malang, Ardilla Ayu Syahmina menjadi wakil Indonesia dalam Broadcom MASTER International 2018 di Pittsburgh Pennsylvania, Amerika. Pada pertengahan bulan lalu, siswi kelas VIII ini bersama perwakilan 25 negara lain mendapat kesempatan berharga mengikuti ajang bergengsi tersebut.
“Yang paling berkesan ketika saya bisa berhadapan langsung dengan para native-nya dan para ahli di sana,” ucapnya.
Tak hanya itu, Ais, begitu ia disapa juga banyak belajar mengenai ajang kompetisi international yang tengah berlangsung kala itu. Yaitu International Science and Engineering Fair (Intel ISEF). Ia pun berharap di masa yang akan datang, mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di ajang tersebut.
“Semoga suatu saat nanti saya bisa mengikuti kompetisi yang dilaksanakan oleh INTEL di Amerika tersebut,” ujarnya.
Ais sukses menginjakkan kaki ke Amerika sebagai Duta Indonesia dalam Broadcom Conference 2018, berkat penelitiannya tentang apel Kota Batu. Penelitian ini awalnya diikutkan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (L-KIR) yang diselenggarakan oleh LIPI tahun 2017. Gelar finalis LKIR yang diperolehnya mengantarkan Ais menuju seleksi Duta Indonesia.
“Hanya ada tiga peserta LKIR dari tingkat MTs/SMP di Indonesia. Alhamdulillah yang terpilih saya dari MTs Negeri 1 Kota Malang,” ucapanya dengan senang.   
Dalam LKIR sendiri, putri dari pasangan Agus Dwi Susanto dan Elly Yunita ini, harus bersaing dengan lebih dari 2000 peserta dari penjuru Tanah Air. Setelah dilakukan beberapa tahap seleksi, diperoleh sekitar 120 peserta yang berhak ke babak final. Sementara Ais sendiri, salah satu dari dua puluhan peserta yang lolos dari bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH).
Karya Ilmiahnya berjudul N-BIOBI (Nano Bintara Biofungisida). Bermula dari pengamatannya terhadap tumbuh kembang pohon apel yang terserang hama, maka ia dan teman-temannya menciptakan sebuah produk pembasmi hama. Hama yang dimaksud berupa embun tepung yang biasanya menempel di pohon apel yang masih muda. Sehingga menghambat pertumbuhan dan menjadikan buahnya tidak besar.
Pembuatan bahan tersebut dari estrak buah bintaro. Kandungan zat yang menyebabkan buah ini terasa sangat pahit, ternyata ampuh untuk membasmi hama jamur seperti embun tepung yang menempel pada daun dan buah apel.
“Saya telah melakukan penelitian ini berbulan-bulan. Bekerja sama dengan badan penelitian buah sub tropika Kota Batu. Alhamdulillah lancar dan proposal saya diterima oleh LIPI,” terangnya.
Pembina KIR MTs Negeri 1 Kota Malang Zahrotul Mufidah, S.Pd mengatakan siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Malang yang berbakat dalam bidang karya ilmiah difasilitasi dengan sebuah program pengembangan bakat. KIR menjadi salah satu program ekstra yang dimiliki madrasah. Selain mendapat materi dari pelajaran di kelas, kemampuan siswa semakin diperkuat di bidang ekstrakurikuler ini.
Terkait dengan prestasi yang dicapai oleh Ais di bidang KIR, Fida berharap karya yang telah dihasilkan dapat  lebih dikembangkan menjadi sebuah karya penelitian yang populer. Sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :