Tetap Mengaji Meski Banyak Tugas


MALANG - Rissa Erviana, siswi SMP Negeri 1 Singosari peraih rangking pertama nilai UN Kabupaten Malang tahun ajaran 2017-2018. Jumlah nilai yang diperolehnya 385,00  dari  mata pelajaran Bahasa Indonesia 98,00 Bahasa Inggris 92,00 Matematika 97,50 dan IPA 97,50. Dengan perolehan nilai tersebut, Rissa berhasil mempertahankan gelar sekolah yang tahun sebelumnya juga meraih rangking pertama Kabupaten Malang.
Kepada Malang Post, Rissa mengungkapkan, sempat merasa tidak percaya akan prestasi yang dicapainya. Ia merasa soal-soal Ujian Nasional tahun ini sulit dijawab. Sehingga ia pun tidak berharap besar mendapat nilai terbaik. “Yang penting bagi saya adalah lulus, setelah usaha yang maksimal,” ujarnya.
Putri dari Djumadi dan Solikah ini juga mengaku bahwa setiap harinya ia termasuk anak yang jarang belajar. Tidak seperti temannya yang setiap hari rajin belajar. Hanya saja intensitas belajarnya mulai ditingkatkan ketika menjelang ujian. “Saya ini siswa biasa, mungkin prestasi ini rezeki untuk saya dari Allah, berkat doa orang tua dan bimbingan guru selama ini,” katanya.
Untuk itu, Rissa menyampaikan terima kasih kepada guru SMPN 1 Singosari atas bimbingan dan pengajaran yang selama ini diberikan. “Untuk para guru, kami ucapkan terima kasih yang tak terbatas atas jasanya, juga kepada bapak ibu yang selalu mendoakan dengan tulus. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan panjang umur,” ucapnya.  
Sementara itu, Waka Kurikulum SMPN 1 Singosari Anna Siswati, M.Pd menilai Rissa Erviana adalah anak yang sangat berpotensi. Ia juga mengenal Rissa sebagai siswa yang kuat pendirian dan istiqomah dalam ibadah. “Kalau kemampuannya kami menilai dia termasuk siswa berbakat dan berpotensi. Yang membuat salut kami para guru adalah keistiqomahannya dalam mengaji. Meskipun ada tugas sekolah, Rissa tidak meninggalkan tugas mengajinya di rumah, kami tahu itu,” ungkapnya.
Ana menambahkan, dari awal ia selalu menekankan pada siswa untuk rajin beribadah. Sebab menurutnya, suksesnya UN karena beberapa faktor. Antara lain karena Rahmat Allah, doa kedua orang tua dan ikhtiar siswa dan guru. “Pertolongan Allah adalah yang pertama. Maka saya anjurkan anak-anak untuk rajin berdoa. Selanjutnya ridlo orang tua dan ikhtiar kami di sekolah,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya tidak akan terlena dengan prestasi UN tahun ini. Sebab di balik prestasi tersebut ada tugas yang lebih besar, utamanya  bagi siswa kelas VII dan VIII. “Dua tahun kami menjadi yang terbaik. Ini menjadi tantangan besar agar di masa yang akan datang bisa lebih baik, minimal mempertahankan,” pungkasnya. (imm/sir/lim)

Berita Lainnya :