SMP Negeri 1 Singosari Kembali Raih NUN Tertinggi Kabupaten Malang


MALANG – SMP Negeri 1 Singosari (SINESA) kembali menjadi peraih rangking pertama Ujian Nasional (UN) se Kabupaten Malang. Jumlah nilai tertinggi yang dicapai 385,00 dari empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika. Prestasi ini semakin memperkuat gelar SMP Negeri 1 Singosari sebagai SMP terbaik di wilayah Kabupaten Malang. Tahun sebelumnya sekolah ini juga meraih NUN terbaik se Kabupaten.
Ungkapan sukur disampaikan oleh pihak sekolah saat hari pelulusan kelas IX pada Minggu (27/5) lalu.  “Alhamdulillah, tentu kami sangat bersukur atas prestasi ini. Usaha anak-anak, guru dan orang tua siswa telah membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Singosari Drs. Susilo Wardoyo, M.Si kepada Malang Post.
Menyikapi kelulusan tahun ini, seluruh siswa melaksanakan sujud sukur bersama. Tempatnya di halaman sekolah usai pelaksanaan salat ashar berjamaah. Dipandu dengan seorang guru agama, seluruh siswa melakukan sujud sukur dengan khusuk dan hikmat. Prestasi UN tahun ini tidak hanya nilai tertinggi. Siswa-siswi kelas IX SMPN 1 Singosari juga peraih nilai rata-rata tertinggi dan nilai sempurna terbanyak.  Dan lima siswa sukses mencatatkan namanya di deretan sepuluh besar SMP se Kabupaten Malang. Sebuah hasil yang istimewa bagi para lulusan yang sukses melalui ujian akhir dengan sukses dan membanggakan.
Menanggapi hal tersebut, Wardoyo menjelaskan, untuk mencapai hasil terbaik UN tidaklah mudah. Butuh waktu panjang dan berbagai upaya yang dilakukan guru untuk siswa kelas IX. Selama ini, ada dua upaya penting yang dinilainya cukup signifikan terhadap hasil UN. Pertama, kegiatan tryout yang dilaksanakan secara internal maupun dari pihak luar, baik oleh MKKS, Dinas Pendidikan maupun pihak swasta. Semuanya diikuti oleh siswa kelas IX, termasuk oleh para guru dengan mempelajari model dan karakteristik soal UN. “Tryout yang kami gelar sendiri sebanyak empat kali ditambah dari luar. Posisi lima belas besar hasil tryout ini digodok lebih matang lagi oleh tim guru yang kita namankan diamond team,” katanya.
Yang kedua digelarnya kegiatan empowering khusus kelas IX dengan kategori upper dan lower dari sisi kemampuan akademis. Empowering dengan arti penguatan ini, dilaksanakan selama tiga hari di luar sekolah. Tujuannya menguatkan siswa calon peserta UN dari segala sisi, baik mental, spiritual terlebih dari sisi akademik. Selama kegiatan tersebut, siswa dibina dan digembleng untuk mencapai hasil maksimal. Bahkan sekolah juga mendatangkan motivator dari luar untuk mendongkrak mental siswa. Dalam empowering ada dinamika kelompok dan pendekatan guru secara individu. Saat itu juga ditanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. “Karena siswa kami inputnya beragam, kami lakukan pembinaan yang tiada henti, agar hasilnya sesuai harapan kita semua,” jelasnya.
Kepada para lulusan, Wardoyo berpesan agar tetap menjaga citra baik almamater sekolah. Karakter baik yang selama ini dibentuk dapat diimbaskan di tengah masyarakat. “Orang tua juga kami harapkan dapat terus memantau anak agar dapat mempertahankan kebiasaan baik yang kami bangun di sekolah selama ini, sehingga istiqomah dan menjadi pribadi yang baik,” pungkasnya.(imm/sir/lim)

Berita Lainnya :

loading...