SMPK Kolese Santo Yusup 2, Terbaik UN Kategori SMP Kristen-Katolik


MALANG - Acara Pisah Kenang Dan Kelulusan SMPK Kolese Santo Yusup 2 Unit Borobudur Blimbing berlangsung khidmat. Sebanyak 143 lulusan, Senin (28/5) lalu,  dikukuhkan Kepala Sekolah Lusia Ari Kriswati, S.Pd. Prosesi pengukuhan lulusan tahun pelajaran 2017-2018 ini digelar di Hall Kosayu Blimbing dan disaksikan orang tua siswa.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, lulusan SMPK Kolese Santo Yusup 2 tahun ini pun mencatatkan prestasi yang membanggakan. Selain dengan kelulusan 100 persen,  catatan nilai UNBK kali ini juga terbilang bagus.
“Upaya guru, siswa dan orang tua dalam mempersiapkan suksesnya UNBK selama ini tidak sia-sia.  Dari awal masuk kelas IX, siswa sudah diberikan bimbingan belajar intensif hingga semester kedua. Tujuannya untuk mendongkrak rata-rata nilai UNBK,” ungkap Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2 Lusia Ari Kriswati.
Dari data yang dihimpun Malang Post, nilai rata-rata UNBK sekolah ini rangking keempat Kota Malang. Angka ini juga menempatkan SMPK Kolese Santo Yusup 2 sebagai peringkat pertama SMP Kristen Katolik se-Kota Malang. Peraih NUN tertinggi Michelle Angelina Hendri dengan capaian 378,5. Michelle berada di rangking ke delapan di Kota Malang dan juga nilai tertinggi di SMP Kristen Katolik Kota Malang. Tak hanya itu, sebanyak 12 siswa juga berhasil memperoleh nilai sempurna 100 pada Mata Pelajaran Matematika.  
Pendalaman materi pelajaran dilakukan guru dengan sistem pengayaan serta didukung dengan  buku-buku latihan soal. Siswa kelas IX juga dimotivasi baik di kelas maupun di berbagai kegiatan seperti misalnya outbond dan sebagainya. "Semua itu untuk suksesnya UNBK,  kami para guru sudah bekerja keras tanpa kenal lelah.  Terimakasih kepada orang tua dan anak-anak  karena bersedia diajak kerja sama," ucapnya.
Ari menegaskan, pendidikan yang diterapkan di SMPK Kosayu 2 menitik beratkan pada keimanan, keilmuan dan budi pekerti.  Sesuai motto yang dijunjung tinggi selama ini,  yaitu mencetak generasi yang beriman,  terpelajar dan berkarakter.
"Sehingga harapan kami anak-anak dapat berbudaya, yakni budaya jujur, santun dan menghargai perbedaan," ungkapnya.
Kepada para lulusan ia mengimbau untuk terus semangat menjalani hidup dengan keyakinan yang tinggi.  Semangat patang menyerah dalam menghapi tantangan hidup menjadi bekal penting yang ditanamkan guru selama di sekolah.
"Jangan lupa, kuncinya cuma satu.  Hormatilah orang tua.  Ingat-ingatlah itu," tegas Ari dalam sambutannya.
Terakhir ia juga berpesan, agar lulusan SMPK Kolese Santo Yusup 2 selalu menjaga citra sekolah dimana pun berada. "Jagalah nama baik almamater.  Karena untuk menilai suatu sekolah itu bermutu atau tidak, dilihat dari alumninya," pungkasnya. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...