Hari Ini, Seleksi Beasiswa Penghafal Alquran UIN Maliki


MALANG - Hari ini, UIN Maliki akan menyeleksi calon penerima beasiswa Tahfidzil Quran. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki hafalan Alquran.
“Jika tahun lalu diselenggarakan setiap tahun sekali, tahun ini diselenggarakan setiap semester. Namun total nominal beasiswanya tetap sama yakni senilai Rp 5 juta bagi setiap mahasiswa,” ujar Kabag Kemahasiswaan UIN Maliki, Abdul Aziz kepada Malang Post.
Dijelaskannya, pendaftaran beasiswa dilakukan secara online sekaligus pengumpulan berkas mulai (23-29/5). Setiap mahasiswa UIN Maliki yang memiliki prestasi tahfidz qur’an berapapun jumlah juznya, tetap berpeluang mengikuti seleksi. Tahun ini dialokasikan nominal beasiswa sebesar Rp 5 juta dari UIN Maliki untuk 80 mahasiswa. Termasuk mengikutsertakan mahasiswa terpilih untuk mengikuti kompetisi di luar UIN Maliki. Hal ini sebagai bentuk komitmen motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi hafalan Alquran.
“Antusias mahasiswa mengikuti program ini tinggi sekali karena yang mendaftar beragam, mereka memiliki hafalan lima hingga 20 juz. Mereka akan mengikuti seleksi terlebih dahulu dan pada proses seleksi, kami melibatkan para mustahih,” imbuhnya.
Di UIN Maliki, para tahfidz Qur’an memiliki wadah untuk memelihara hafalannya melalui Haiatu Tahfidz Alqur’an. Selain memelihara hafalan, organisasi ini juga bertujuan meningkatkan hafalan dengan mendalami metode penghafal qur’an. Diantara anggota yang baru menghafal qur’an secara mandiri juga berkewajiban memelihara hafalan mereka.
“Anggota dari organisasi Haiatu Tahfidz Alqur’an cukup banyak mencapai ribuan mahasiswa. Tak hanya mahasiswa yang telah memiliki hafalan saja, ada juga yang mengikuti karena termotivasi untuk ikut menghafal qur’an,” imbuhnya.
Sementara itu, mahasiswa UIN Maliki juga berpeluang menerima beasiswa melalui program Tahfidz dari Kemenag. Aziz membeberkan, di UIN Maliki mendapat kuota sebanyak 20 mahasiswa yang berkesempatan memperoleh beasiswa tersebut. Dalam meningkatkan peluang mahasiswa memperoleh beasiswa, UIN Maliki juga gencar dengan gerakan menghafal Alqur’an.
“Di HTQ ada pentahfidzan, sehingga mahasiswa wajib memiliki satu pendamping untuk setoran, disamping dengan kegiatan rutin untuk menyemak Al qur’an. Kompetensi mahasiswa penghafal Alquran di UIN sangat bagus, terlebih ada gerakan penghafal qur’an. Kemenag juga menyiapkan beasiswa kepada 20 mahasiswa penghafal qur’an setiap tahun,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...