Sepotong Roti Cinta Hantarkan Siswa Sukses UNBK

MALANG - Kegembiraan tengah dirasakan civitas SMPK Kolese Santo Yusup 2. Terlebih saat Nilai UNBK para siswa kelas IX sekolah ini mengalami kenaikan. Khususnya dari segi nilai rata-rata yang mengalami kenaikan. 
Dibalik kesuksesan UNBK tersebut, ternyata ada satu kunci yang dianggap sangat ampuh untuk mendongkrak semangat siswa terutama saat menjawab soal-soal UNBK. 
Dalam hal ini, Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2, Lusia Ari Kriswati mengungkapkan, pada pelaksanaan ujian nasional yang digelar beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan sebuah terobosan sederhana. Meskipun demikian, pihaknya menilai penting akan apa yang telah guru lakukan untuk suksesnya UNBK siswa kelas IX. 
Kepada Malang Post, Ari mengatakan, setiap akan masuk kelas sebelum menjawab soal UN, para siswa disuguhi sepotong roti dan segelas teh hangat. Tujuannya untuk menenangkan hati serta menguatkan mental siswa saat mereka berhadapan dengan soal-saol ujian. Karena pada umumnya, soal ujian nasional menyebabkan kepanikan tersendiri bagi siswa kelas IX.
Oleh karena itu, kata Ari, sebagai guru yang selalu mendampingi peserta didiknya dalam belajar dan berlatih selama ini, perlu memberikan dukungan moril berupa kasih sayang pada siswa. “Kami namakan sepotong roti itu, roti cinta, sebagai tanda cinta kasih kami para guru kepada anak-anak. Bahwa di saat mereka merasa gelisah menghadapi ujian nasional, kami selalu berada disini untuk mendukung perjuangan mereka,” ungkapnya. 
Ari menuturkan, bahwa sepotong roti cinta dan segelas teh hangat, yang selama pelaksanaan UNBK ia suguhkan untuk siswa kelas IX, sebenarnya merupakan gagasan dari seorang motivator. Karena dianggap bagus untuk kebaikan siswa, maka pihaknya mencoba untuk menerapkannya. “Dan ternyata berhasil. Kami lihat anak-anak menjadi lebih tenang saat menjalani ujian. Imbasnya terhadap nilai UN juga sangat positif. Nilai rata-rata siswa kami mengalami peningkatan,” tuturnya. 
Meskipun hal ini membutuhkan biaya, tetapi Ari mengaku, pihaknya tidak merasa keberatan. Untuk kepentingan siswa, sekolah tetap akan berbuat yang terbaik. “Kalau itu untuk kebaikan siswa, sekolah akan tetap berupaya mewujudkan demi kesuksesan anak-anak kami,” kata dia.  
Untuk itu, lanjut Ari, program Sepotong Roti Cinta ini kembali akan dilakukannya di masa yang akan datang. Ia juga berharap terobosan yang dilakukan SMPK Kolese Santo Yusup 2, bisa dicoba oleh sekolah-sekolah lain. “Bagi kami sebuah kebaikan itu perlu dishare pada yang lain. Pada akhirnya kan untuk generasi bangsa ini,” tuturnya.
Pelulusan dan acara serah terima siswa kelas IX SMPK Kolese Santo Yusup 2 telah dilaksanakan pada 28 Mei lalu. Pada saat itu, diumumkan nilai rata-rata UNBK sekolah ini rangking keempat Kota Malang.  Angka ini juga menempatkan SMPK Kolese Santo Yusup 2 sebagai peringkat pertama SMP Kristen Katolik se Kota Malang.  Adapun jumlah NUN tertinggi 378,5 menempatkan sekolah di Jalan Simpang Borobudur Blimbing ini sebagai rangking ke delapan di Kota Malang dan juga nilai tertinggi di SMP Kristen Katolik Kota Malang. Sebanyak 12 siswa juga berhasil memperoleh nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Matematika. (imm/sir/udi)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :