Berkat Lomba Esai Keliling Asia

MALANG - BERAWAL gemar mengikuti lomba menulis esai hingga penelitian, mengantarkan Wahyu Riska Elsa Pratiwi mengunjungi beberapa Negara Asia. Yuyu, sapaan akrabnya, pernah mengunjungi Malaysia, Singapore, Thailand, Jepang hingga China. 
Dari lima negara yang pernah dikunjungi tersebut, China dan Jepang menjadi pengalaman paling menarik baginya. Keberangkatanya ke China merupakan hadiah dari lomba easy yang diikuti. Dalam esainya tersebut Ia mengangkat tentang kerajaan Jack Ma Alibaba dengan judul “The Success of e-commerce Storm in China”.
“Kenapa waktu itu saya mengangkat tema tersebut, karena Alibaba sudah hampir mengalahkan e commerce dari negara maju, dimana perusahaan ini sangat memudahkan masyarakat mendapatkan apa yang diinginkan, seperti makanan dan pakaian,” ujar Yuyu.
Awal mula Yuyu mengikuti lomba esai itu, lantaran hobi menulis yang tidak pernah diikutkan lomba kemudian tiba-tiba tertarik pada ajang kompetisi yang diadakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Disisi lain keikutsertaan pada lomba itu sekaligus mengisi waktu luang yang kala itu sedang menyusun skripsi.
Untuk menyempurnakan esai tersebut, Ia dibimbing oleh seniornya yang sebelumnya juga pernah menjuarai ajang ini. Ternyata berasal dari gagasan tiba-tibanya itu Ia berhasil lolos 35 besar. Kemudian Yuyu mengkuti seleksi berikutnya yakni tes interview. Keberuntungan menyertainya, esai berjudul “Kesuksesan Badai e commerce di China” itu berhasil menjadi yang terbaik dari 20 besar.“Dari 20 besar yang lolos itu kami semua diberangkatkan ke China lebih tepatnya ke provinsi Fujian, dan semuanya dibiayai FPCI,” terang Yuyu.
Keberhasilan pertamanya dalam menulis esai memompa semangatnya untuk selalu menggali ide dalam tulisannya. Bahkan sekarang ini Ia juga membuka kegiatan latihan menulis esai dengan mengajak adik-adik kelasnya. Merupakan kado terindah baginya ketika beberapa dari mereka mengikuti jejaknya ke Malaysia.
Prestasi selanjutnya, Ia lolos menjadi delegasi Fakultas Psikologi UIN Malang untuk berangkat ke Jepang mempresentasikan penelitian yang berjudul “Dampak Ruang Terbuka Hijau pada Tingkat Stres Dosen”di Yokohama. Yuyu juga pernah ke Singapore dalam rangka lolos pada program visit kampus di Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS). Selain berprestasi Ia juga memiliki beberapa bisnis notebook dengan nama Nobis yang dirintisnya sejak tahun 2016 silam.
“Ini konsekuensi yang harus diterima, saya berkaca juga dari beberapa teman saya yang lulusnya pas 3.5 tahun, tapi pengalaman kemahasiswaannya tidak menarik. Sedangkan saya punya cerita, jadi tidak masalah terlambat menyelesaikan masa kuliah karena saya menikmatinya” ungkap Yuyu sembari tersenyum. (mg7/udi)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...