Metode Pembelajaran LDR Mampu Tingkatkan Prestasi

MALANG – Metode pembelajaran Lihat, Dengar, dan Rasakan atau disingkat LDR yang diterapkan SMPN 21 Malang pada siswa didiknya kelas VII mampu memberikan hasil yang signifikan. Dengan metode ini siswa diajak belajar secara lebih asyik dan menyenangkan. Pasalnya dalam metode ini menggunakan Power Point dengan banyak fitur sehingga mempermudah siswa mengingat pelajaran khususnya pada nama atau istilah yang sulit.
Metode LDR ini merupakan gabungan dari beberapa metode belajar mulai pembelajaran mandiri, kelompok kecil dan kelompok besar, cara belajar visual, dan audio. Kemudian ada kinestetis yakni berbuat, bergerak, berkompetisi terlibat langsung, dan mempersingkat kata sulit, mengingatnya, menceritakan, menuliskan kembali, belajar berulang dengan cara yang berbeda.
“Penerapannya mulai dari simulasi game dan kuis dilaksanakan dengan tampilan menarik serta variatif. Selain itu untuk audio itu mendengar bunyi dan bernyanyi dengan tema lagu. Contohnya, lagu berjudul Sayang lalu kami aransemen menjadi lagu tentang sel,” terang pembuat metode LDR, Rinto WIdodo, S.Pd.
Metode LDR ini mulai diterapkan pada siswa kelas VII sejak April 2018 dengan beberapa penelitian melalui ulangan harian siswa. Pada mulanya nilai rata-rata pada mata pelajaran IPA bab Sel Unit Struktural dan Fungsional dalam Kehidupan sebesar 7.5. Kemudian setelah diberi metode LDR nilai siswa mengalami peningkatan.
Seperti saat diujicobakan pada ulangan harian 17 April 2018, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi menjadi 76. Selang satu bulan siswa kembali diberi ulangan pada 18 Mei 2018, dari uji coba kedua ini nilai rata-rata peserta didik kelas VII mengalami peningkatan menjadi 81.
“Metode ini sementara masih kami berikan pada mata pelajaran IPA pada bab Sel Unit Struktural dan  Fungsional dalam kehidupan” ujar Guru IPA di SMPN 21 Malang ini.
Penerapannya pun bisa digunakan untuk semua mata pelajaran lainnya, asal sejenis secara struktur dan materi. Misalkan untuk nama-nama yang sulit, nama bentuk dan letak dari bagian komplek sebuah objek yang harus diingat, dihafal, serta fungsinya.
Metode LDR ini mulanya berawal dari sulitnya menghafal materi-materi tertentu, istilah asing, dan fungsinya. Kemudian dengan metode ini lebih memperkuat daya ingat dan pola pikir siswa. Kemudian adanya banyak fitur seperti video dan animasi suara membuat siswa SMPN 21 Malang lebih termotivasi belajar.
“Karena metode LDR ini saya rasa efektif untuk siswa terbukti nilai mereka mengalami peningkatan, maka saya merasa tertantang untuk membuat metode yang baru yang lebih menarik, nanti kedepannya tidak hanya untuk menghafal nama atau istilah sulit namun lebih dari itu,” pungkas Rinto. (mg7/udi) 
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :