960 Kursi Direbut 9.283 Pendaftar


MALANG – Sebanyak 9.283 camaba mengikuti Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) di Polinema, Sabtu. Peserta mengikuti tes tulis yang terbagi menjadi dua bidang yakni rekayasa teknik dan tata niaga. Dibanding tahun lalu, pendaftar jalur UMPN di Polinema terbilang meningkat. Setelah proses UMPN selesai, akan dilanjutkan tes jalur mandiri yang dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli mendatang.
“Tahun lalu pendaftar UMPN sebanyak 7.004 orang. Setiap tahun, untuk jalur UMPN relatif tinggi karena tingkat prosentase lebih banyak pendaftar yang memang berminat kuliah di Polinema. Nanti pada jalur UMPN ini akan diambil 30% saja dari total kuota sebanyak 3.200 mahasiswa,” ujar Pembantu Direktur 1 Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST, MT yang ditemui Malang Post.
Polinema tahun ini membuka empat jalur penerimaan mahasiswa baru yakni Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK-PN), Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN), jalur mandiri, dan kelas kerja sama. Panitia akan menerima dari total kuota yakni 30 % mahasiswa jalur PMDK, 30% UMPN,  30% Mandiri, dan 10% Kelas Kerja sama. Pada proses seleksi PMDK PN, terdata sebanyak 20-25% peserta mengundurkan diri. Sehingga nantinya, kuota yang masih tersedia akan dipenuhi melalui jalur mandiri.
“Ada sebanyak 20-25% di jalur prestasi yang tidak daftar ulang, sebagian memang sudah mengirim surat pengunduran diri dengan alasan yang bermacam-macam mulai dari bekerja hingga telah diterima di perguruan tinggi lain. Sehingga, nanti kuota tersebut akan dipenuhi pada jalur mandiri,” tandasnya.
Pada pelaksanaan UMPN, Polinema telah menyiapkan seluruh gedung perkuliahan termasuk graha polinema sebagai lokasi ujian yang ditunjang dengan seluruh dosen sebagai pengawas ujian. Ujian dilaksanakan dua sesi sesuai bidang masing-masing dengan soal yang telah distandarisasi. Untuk bidang rekayasa teknik, pendaftar mengerjakan soal fisika, matematika, kimia, bahasa Indonesia, dan  bahasa Inggris. Sedangkan bidang tata niaga, pendaftar harus mengerjakan soal bahasa Indonesia, matematika, ekonomi, dan akuntansi. Seluruhnya total 100 soal dalam waktu 2,5 jam. Terkait dengan pelaksanaan ujian tulis, Supriatna menegaskan Polinema nantinya juga akan menggunakan sistem komputer setelah jaringan terbangun yang ditargetkan pada 2020.
“Proses penerimaan mahasiswa baru dari setiap jalur tidak ada perbedaan. Target pendaftar tetap tinggi, meski kuota tidak akan ditambah karena menyeimbangkan dengan sarana dan prasarana,” kata dia.
“Untuk ujian komputer, kami juga mengarah kesana karena saat ini proses penomoran tes saja sudah diformat untuk disepakati seluruh Politeknik. Targetnya sistem jaringan dapat distandarisasi sehingga dapat mengerjakan ujian secara bersama-sama pada 2020 nanti,” tandasnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kemacetan, Polinema bersinergi dengan lima anggota Polsek Lowokwaru dan dua anggota koramil untuk membantu mengatur arus lalu lintas, setelah peserta UMPN selesai. Berdasarkan pengamatan dari Malang Post, arus lalu lintas yang terdampak kemacetan yakni simpang empat UB, Mayjen Panjaitan, dan Dinoyo.
“Sejauh ini, masih terlihat kondusif, untuk arus lalu lintas agar tetap lancar, kendaraan dapat berputar di jalur circle di depannya. Lebih baik, masyarakat tidak melewati jalur soekarno-hatta hingga pukul 15.00 WIB. Selain membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas, kami juga membantu pengamanan tapi tidak untuk memeriksa satu-persatu peserta,”imbuh salah satu petugas Polsek Lowokwaru yang enggan disebut namanya ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...