Ajarkan Kepedulian, Bagikan 500 Parsel ke 7 Panti Asuhan


RAMADAN Ceria menjadi semangat siswa SD Islam Mohammad Hatta tahun ini. Serangkaian acara sosial digelar untuk memeriahkannya. Dimulai sejak, Rabu, (30/1), dengan agenda berbagi 1000 ta’jil gratis kepada masyarakat.
SD Islam Mohammad Hatta juga membagikan 500 paket parsel kepada tujuh panti asuhan yang ada di Kota Malang. Antara lain Panti Asuhan Akhlaqul Karimah, Yasuka, Al-Qarni, Mas Mansyur, dan Panti Asuhan Al-Ikhlas.
Dengan tema ‘Indahnya Berbagai’, SDI Mohammad Hatta ingin menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didiknya, khususnya yang berkaitan dengan kepedulian. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tumbuh rasa empati siswa kepada sesama utamanya terahadap kaum duafa.
“Ini merupakan program tahunan kami setiap bulan Ramadan, dengan maksud mengajarkan anak akan pentingnya kepedulian terhadap kaum yang tidak mampu,” ujar Muhammad Farid, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan dan Kehumasan SD Islam Mohammad Hatta.
Farid menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan Ramadan ini didukung penuh komite dan paguyuban orang tua siswa. Mereka juga terlibat langsung dalam acara kunjungan ke panti asuhan.
“Peran pengurus komite dan orang tua sangat besar dalam suksesnya kegiatan sosial yang kita gelar bersama,” katanya.
Anggaran untuk kegiatan sosial ini, dihimpun dari sumbangsih orang tua dalam bentuk bingkisan yang dibawa siswa. Setiap siswa diimbau untuk membawa dua paket parsel dengan harga minimal lima belas ribu. “Meskipun demikian, kami dari pihak sekolah tidak memaksakan  wali siswa, semua harus berlandaskan keikhlasan hati orang tua”, imbuhnya.
Adapun saat pembagian takjil gratis, setiap siswa diminta untuk membawa tiga dari satu jenis takjil yang akan dibagikan. Dua untuk dibagikan dan yang satu untuk dijual di bazar yang juga menjadi ikon kemeriahan kegiatan ramadan di SDI Mohammad Hatta.
“Ketentuan ini merupakan hasil kesepakatan dari kordinasi masing-masing kelas,” tambahnya.
Kegiatan bazar Ramadan ini juga dijalankan sendiri oleh para siswa. Mereka menjual aneka makanan dan minuman serta hasil prakarya kreasi seni kepada pengunjung bazar Ramadan.  Farid menjelaskan keuntungan dari hasil penjualan di bazar nantinya akan disalurkan kepada pihak yang lebih membutuhkan.
Sehingga melalui kegiatan bazar Ramadan, siswa tidak hanya belajar tentang jaul beli. Tetapi lagi-lagi, jiwa sosial mereka akan lebih peka dengan kehidupan di sekitarnya. “Itulah yang kami harapkan dari anak-anak. Tidak hanya pintar tapi memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ucap Farid.   
Oleh karena itu, di hari kedua, Kamis (31/5), sekolah mengundang 40 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Al-Husna Landungsari untuk buka puasa bersama.
Aksi sosial siswa SDI Mohammad Hatta tidah sampai di situ saja. Sejak awal Ramadan, mereka juga telah mengumpulkan uang untuk disalurkan kepada kaum muslimin yang ada palestina. Dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 10 juta. Penyaluran dana ini melalui YDSF Kota Malang, untuk dikirimkan ke Palestina. “Semoga sedikit yang dapat kami berikan kepada mereka kaum muslinin di Palestina dapat bermanfaat,” pungkasnya. (mp4/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :